Hazel Salsabila Santoso
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Menengah Pada Pembelajaran Berbasis TIK: Systematic Literature Review Hazel Salsabila Santoso; Alifia Sri Agustin; Sugiman Sugiman; Arief Agoestanto; Adi Nur Cahyono
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai kontribusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran matematika terhadap pengembangan kemampuan numerasi siswa sekolah menengah. Secara khusus, penelitian ini berupaya mengidentifikasi model pembelajaran berbasis TIK yang paling sering digunakan, menganalisis pengaruh integrasi TIK terhadap kemampuan numerasi, serta memetakan profil kemampuan numerasi siswa dalam konteks pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review  (SLR) dengan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan.  Proses penyaringan dilakukan terhadap 503 artikel yang diperoleh melalui Google Scholar dan database relevan lainnya, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang memenuhi standar kualitas untuk dianalisis. Hasil telaah menunjukkan bahwa model Problem-Based Learning  (PBL) merupakan pendekatan pedagogis yang paling dominan berinteraksi dengan TIK, diikuti oleh Blended  Learning  dan Project-Based Learning . Integrasi TIK terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi siswa, serta memfasilitasi representasi visual dan umpan balik adaptif yang memperkuat pemahaman numerik. Profil kemampuan numerasi siswa secara umum berada pada kategori sedang, namun menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah intervensi berbasis TIK, terutama pada aspek konseptualisasi dan interpretasi data, meskipun penalaran kritis masih menjadi tantangan. Disimpulkan bahwa efektivitas TIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat, tetapi oleh kualitas integrasi pedagogi dan peran guru sebagai fasilitator teknologi.