B1031141013, Rahmat Sholahudin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SIKAP DAN PERSEPSI KONTROL PERILAKU TERHADAP NIAT WHISTLEBLOWING INTERNAL-EKSTERNAL DENGAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak) B1031141013, Rahmat Sholahudin
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTSRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat melakukan whistleblowing internal-eksternal dengan persepsi dukungan organisasi sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan metode survey dan 68 responden pegawai yang bekerja di Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak dengan menggunakan metode analisis regresi berjenjang. Berdasarkan hasil dari penelitian variabel sikap berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan niat whistleblowing internal tetapi tidak dengan niat whistleblowing eksternal . Variabel persepsi kontrol perilaku tidak berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing internal-eksternal dan  persepsi dukungan organisasi mendukung  terjadinya signifikansi yang mana variabel persepsi dukungan organisasi memperkuat pengaruh persepsi kontrol perilaku terhadap niat whistleblowing eksternal tetapi tidak dengan niat whistleblowing internal.Kata Kunci: Sikap, Persepsi Kontrol Perilaku, Dukungan Organisasi, Niat Whistleblowing Internal-Eksternal.DAFTAR PUSTAKAAliyah, S. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Dalam Melakukan Tindakan Whistle-Blowing. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis. Vol 12, No. 2Ajzen, I., and M. Fishbein. (1975). Belief, Attitude, Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research. United States of America: Addison-Wesley Publishing Company, Inc.Ajzen, I. (1991). The theory of planned behaviour. Organizational Behaviour and Human Decision Processes, (50: 179–21).Bagustianto, R. & Nurkholis. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. Feb. Vol 3 (1).Bagustianto, R. & Nurkholis. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol 19, No. 2: 276-295.Brennan, N. Dan J. Kelly. (2007). A Study of Whistle-Blowing Among Trainee Auditors. British Accounting Review, (39: 61–87).Elias, R. Z. (2008). Auditing Students’ Professional Commitment and Anticipatory Socialization and Their Relationship to Whistleblowing. The Managerial Auditing Journal, (23: 283-294).Fultanegara, R. (2010). Analisis Hubungan Antara Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa PPA dengan Whistleblowing. Skripsi S1 Akuntansi Universitas Diponegoro. Tidak dipublikasikan.Jalil. Y. F. (2014). Pengaruh Komitmen Professional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Audit Terhadap Perilaku Whistleblowing. Jurnal Bisnisdan Manajemen. Vol 4, No. 2Liana, L. (2009). Penggunaan MRA dengan SPSS untuk Menguji Pengaruh Variabel Moderating terhadap Hubungan antara Variabel Independen dan Variabel Dependen.  Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK. Vol XIV, No. 2Jogiyanto (2008). Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Andi: YogyakartaLPSK. (2011). Memahami Whistleblower. Jakarta: LPSKKomite Nasional Kebijakan Governance. (2008). Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran SSP ( Whistleblowing – WBS). Jakarta: KNKG.Kuncoro, M. (2014). MetodeKuantitatif. Yogyakarta: UPP STIM YKPN Miceli. M. P. dan J. P. Near. (1985). Characteristics of Organizational Climate and Perceived Wrongdoing Associated with Whistle-Blowing Decisions. Personnel Psychology. (38: 525-544).Nugraha, T. (2017). Pengaruh Komitmen Professional, Lingkungan Etika, Sifat Machiavellian dan Personal Cost Terhadap Intensi Whistleblowing dengan Retaliasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang berada di Kota Pekanbaru). JOM FEKON. Vol 4, No. 1Parianti, I. P. N., Suartana, W.L., & Badera, N. D. I. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niatdan Perilaku Whistleblowing Mahasiswa Akuntansi. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. ISSN: 2337-3067Park, H. dan J. Blenkinsopp. (2009). Whistle-blowing as Planned Behavior – A Survey of South Korean Police Officers. Journal of Business Ethics, (85: 545–556).Priantara. 2013. Fraud Auditing and Investigation. Jakarta: MitraWacana Media.Putri, C. M. (2016). Pengaruh Jalur Pelaporandan Tingkat Religiusitas terhadap Niat Seseorang Melakukan Whistleblowing. Jurnal Akuntansi dan Investasi, (17 (1) 42-52.)Sagara, Y. (2013). “Profesionalisme Internal Auditor dan Intensi Melakukan Whistleblowing”. Jurnal Liquidity Januari-Juni 2013, Vol.2, No. 1.Saud, M. I. (2016). Pengaruh Sikap dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Whistleblowing Internal – Eksternal dengan Persepsi Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol.17. No.2Semendawai, et al. (2011). Memahami Whistleblower. Jakarta, Indonesia Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).Sofia, A., Herawati, N. &Zuhdi. (2013). Kajian Empiris Tentang Niat Whistleblowing Pegawai Pajak. JAFFA. Vol 1. No. 1: 23-38.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: ALFABETA, CV.Sulistomo. A. (2012). Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Pengungkapan Kecurangan (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP danUGM ). Universitas Diponegoro.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.Winardi, R. D. (2013). The Influence of Individual and Situational Factors on Lower-Level Civil Servants’ Whistle-Blowing Intention in Indonesia. Journal of Indonesian Economy and Business. (28: 361-376).
PENGARUH SIKAP DAN PERSEPSI KONTROL PERILAKU TERHADAP NIAT WHISTLEBLOWING INTERNAL-EKSTERNAL DENGAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris Pada Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak) B1031141013, Rahmat Sholahudin
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTSRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat melakukan whistleblowing internal-eksternal dengan persepsi dukungan organisasi sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan metode survey dan 68 responden pegawai yang bekerja di Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak dengan menggunakan metode analisis regresi berjenjang. Berdasarkan hasil dari penelitian variabel sikap berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan niat whistleblowing internal tetapi tidak dengan niat whistleblowing eksternal . Variabel persepsi kontrol perilaku tidak berpengaruh signifikan terhadap niat melakukan whistleblowing internal-eksternal dan  persepsi dukungan organisasi mendukung  terjadinya signifikansi yang mana variabel persepsi dukungan organisasi memperkuat pengaruh persepsi kontrol perilaku terhadap niat whistleblowing eksternal tetapi tidak dengan niat whistleblowing internal.Kata Kunci: Sikap, Persepsi Kontrol Perilaku, Dukungan Organisasi, Niat Whistleblowing Internal-Eksternal.DAFTAR PUSTAKAAliyah, S. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Dalam Melakukan Tindakan Whistle-Blowing. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis. Vol 12, No. 2Ajzen, I., and M. Fishbein. (1975). Belief, Attitude, Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research. United States of America: Addison-Wesley Publishing Company, Inc.Ajzen, I. (1991). The theory of planned behaviour. Organizational Behaviour and Human Decision Processes, (50: 179–21).Bagustianto, R. & Nurkholis. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. Feb. Vol 3 (1).Bagustianto, R. & Nurkholis. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Melakukan Tindakan Whistleblowing. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol 19, No. 2: 276-295.Brennan, N. Dan J. Kelly. (2007). A Study of Whistle-Blowing Among Trainee Auditors. British Accounting Review, (39: 61–87).Elias, R. Z. (2008). Auditing Students’ Professional Commitment and Anticipatory Socialization and Their Relationship to Whistleblowing. The Managerial Auditing Journal, (23: 283-294).Fultanegara, R. (2010). Analisis Hubungan Antara Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa PPA dengan Whistleblowing. Skripsi S1 Akuntansi Universitas Diponegoro. Tidak dipublikasikan.Jalil. Y. F. (2014). Pengaruh Komitmen Professional dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Audit Terhadap Perilaku Whistleblowing. Jurnal Bisnisdan Manajemen. Vol 4, No. 2Liana, L. (2009). Penggunaan MRA dengan SPSS untuk Menguji Pengaruh Variabel Moderating terhadap Hubungan antara Variabel Independen dan Variabel Dependen.  Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK. Vol XIV, No. 2Jogiyanto (2008). Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Andi: YogyakartaLPSK. (2011). Memahami Whistleblower. Jakarta: LPSKKomite Nasional Kebijakan Governance. (2008). Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran SSP ( Whistleblowing – WBS). Jakarta: KNKG.Kuncoro, M. (2014). MetodeKuantitatif. Yogyakarta: UPP STIM YKPNMiceli. M. P. dan J. P. Near. (1985). Characteristics of Organizational Climate and Perceived Wrongdoing Associated with Whistle-Blowing Decisions. Personnel Psychology. (38: 525-544).Nugraha, T. (2017). Pengaruh Komitmen Professional, Lingkungan Etika, Sifat Machiavellian dan Personal Cost Terhadap Intensi Whistleblowing dengan Retaliasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang berada di Kota Pekanbaru). JOM FEKON. Vol 4, No. 1Parianti, I. P. N., Suartana, W.L., & Badera, N. D. I. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niatdan Perilaku Whistleblowing Mahasiswa Akuntansi. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. ISSN: 2337-3067Park, H. dan J. Blenkinsopp. (2009). Whistle-blowing as Planned Behavior – A Survey of South Korean Police Officers. Journal of Business Ethics, (85: 545–556).Priantara. 2013. Fraud Auditing and Investigation. Jakarta: MitraWacana Media.Putri, C. M. (2016). Pengaruh Jalur Pelaporandan Tingkat Religiusitas terhadap Niat Seseorang Melakukan Whistleblowing. Jurnal Akuntansi dan Investasi, (17 (1) 42-52.)Sagara, Y. (2013). “Profesionalisme Internal Auditor dan Intensi Melakukan Whistleblowing”. Jurnal Liquidity Januari-Juni 2013, Vol.2, No. 1.Saud, M. I. (2016). Pengaruh Sikap dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Whistleblowing Internal – Eksternal dengan Persepsi Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal Akuntansi dan Investasi Vol.17. No.2Semendawai, et al. (2011). Memahami Whistleblower. Jakarta, Indonesia Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).Sofia, A., Herawati, N. &Zuhdi. (2013). Kajian Empiris Tentang Niat Whistleblowing Pegawai Pajak. JAFFA. Vol 1. No. 1: 23-38.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: ALFABETA, CV.Sulistomo. A. (2012). Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Pengungkapan Kecurangan (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP danUGM ). Universitas Diponegoro.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.Winardi, R. D. (2013). The Influence of Individual and Situational Factors on Lower-Level Civil Servants’ Whistle-Blowing Intention in Indonesia. Journal of Indonesian Economy and Business. (28: 361-376).