Rodiya Puspita Dewi
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KATALIS BERBASIS ABU BIOMASSA DALAM PRODUKSI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH: TINJAUAN LITERATUR Adha Dwi Cantika; Rodiya Puspita Dewi; Nurfatihayati Nurfatihayati; Yelmida Azis
CHEMTAG Journal of Chemical Engineering Vol 7, No 2 (2026): CHEMTAG Journal of Chemical Engineering
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/cjce.v7i2.7233

Abstract

Meningkatnya kebutuhan energi dan menipisnya cadangan bahan bakar fosil telah mendorong perhatian terhadap biodiesel berbahan baku minyak jelantah sebagai alternatif energi terbarukan. Namun, penggunaan katalis homogen konvensional seperti NaOH dan KOH masih menghadapi berbagai kendala, antara lain sulitnya pemisahan produk, terbentuknya limbah cair berbahaya, serta rendahnya toleransi terhadap bahan baku dengan kadar asam lemak bebas (FFA) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas katalis heterogen berbasis abu biomassa dalam proses transesterifikasi minyak jelantah serta mengidentifikasi parameter proses utama yang memengaruhi rendemen dan kualitas biodiesel. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA dengan memanfaatkan Google Scholar sebagai sumber data. Artikel yang dianalisis merupakan publikasi eksperimen yang diterbitkan pada periode 2015–2025 dengan topik biodiesel, minyak jelantah, katalis heterogen, dan abu biomassa. Sebanyak sebelas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa abu biomassa yang berasal dari cangkang telur, cangkang kerang darah, sekam padi, dan cangkang sawit mengandung senyawa aktif katalitik berupa CaO dan K₂O yang mampu menghasilkan biodiesel dengan rendemen sebesar 53%–93,05%. Kinerja terbaik diperoleh pada katalis CaO/karbon aktif yang berasal dari cangkang kerang dan tandan kosong kelapa sawit. Kondisi operasi optimum ditemukan pada rasio molar metanol terhadap minyak sebesar 9:1–12:1, suhu reaksi 55–65°C, waktu reaksi 1,5–3 jam, dan jumlah katalis 3–8% (b/b), dengan aktivitas katalis yang masih dapat dipertahankan selama 3–5 siklus penggunaan ulang. Katalis berbasis abu biomassa menawarkan keunggulan lingkungan dan ekonomi dibandingkan katalis homogen, meskipun variasi komposisi abu antar sumber biomassa masih menjadi kendala utama yang memerlukan standardisasi preparasi serta validasi pada skala pilot sebelum dapat diterapkan secara luas di tingkat industri.