Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemasaran Produk Pertanian Lokal dalam Menignkatkan Pendapatan Petani di Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat Riska Nurjaniah; Muhammad Rusydi; Zalkha Soraya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13520

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi pemasaran 5P—product, price, place, promotion, dan people—terhadap pendapatan petani produk pertanian lokal di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Produk pertanian lokal seperti padi, jagung, dan hortikultura dihasilkan dalam jumlah dan kualitas baik, namun pendapatan petani belum meningkat proporsional karena pemasaran masih dilakukan secara tradisional dengan jangkauan sempit, promosi terbatas, harga kurang stabil, serta minimnya teknologi pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan kuesioner terstruktur kepada 90 petani yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi 900 petani di Madapangga. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, serta koefisien determinasi dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial hanya promotion yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani dengan signifikansi 0,049, sedangkan product, price, place, dan people tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kelima unsur bauran pemasaran 5P berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani dengan nilai signifikansi 0,001. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,212 menunjukkan bauran pemasaran mampu menjelaskan 21,2 persen variasi pendapatan petani, sedangkan 78,8 persen sisanya dijelaskan faktor lain di luar model seperti hasil produksi, modal usaha, dan cuaca. Temuan ini mengindikasikan penguatan promosi, terutama media digital, merupakan titik masuk strategis meningkatkan pendapatan petani dalam jangka pendek, sementara inovasi produk, penetapan harga, perluasan distribusi, dan kapasitas sumber daya manusia tetap diperlukan bagi terbentuknya strategi pemasaran terintegrasi.