Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Aspek Ergonomi dan Keselamatan Kerja Berdasarkan Temuan Inspeksi Human Factors Engineering (HFE) di Pabrik Shell Manufacturing Indonesia (GMP) Dwi Wahyudi; Alizar Alizar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13526

Abstract

Industri manufaktur memiliki kompleksitas risiko kerja yang tinggi karena interaksi antara pekerja, peralatan, tata letak, akses, dan sistem kerja dapat menimbulkan risiko ergonomi maupun keselamatan. Pabrik Shell Manufacturing Indonesia (GMP) telah menerapkan standar Human Factors Engineering (HFE), namun hasil inspeksi masih menunjukkan kesenjangan antara persyaratan desain dan kondisi aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan aspek ergonomi dan keselamatan kerja berdasarkan temuan inspeksi HFE di Pabrik Shell GMP periode Juli–Desember 2025, mengidentifikasi pola temuan, serta menentukan prioritas perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode studi kasus dokumentasi. Data sekunder berasal dari 64 temuan HFE Sitewalk Check List yang dianalisis berdasarkan level risiko, kategori pekerjaan, lokasi, dampak ergonomi, dampak keselamatan, dan kesesuaian dengan standar Shell Access and Workspace. Hasil menunjukkan Structure Modification menjadi kategori dominan sebesar 29,7%, diikuti Reorientation Work sebesar 18,8%. Sebagian besar temuan berada pada level Low sebesar 60,9%, sedangkan Medium dan High secara kumulatif mencapai 39,1%. Dampak keselamatan tercatat pada 68,8% temuan dan dampak ergonomi pada 32,8%, dengan Area Minibulk sebagai lokasi temuan terbanyak sebesar 20,3%. Enam temuan berisiko High berkaitan dengan akses, platform, tangga, jalur evakuasi, dan clearance sehingga memerlukan tindakan segera. Hasil penelitian menegaskan perlunya perbaikan berbasis prioritas risiko, integrasi HFE sejak tahap desain, verifikasi lapangan, dan penguatan koordinasi antara tim engineering, konstruksi, serta HSE.