Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Instagram @dinasarpus_semarang sebagai Media Penyebarluasan Informasi Kearsipan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Pasya Ully S
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Instagram @dinasarpus_semarang sebagai media penyebarluasan informasi kearsipan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, meliputi proses penyebaran informasi, bentuk penyajian dan strategi konten, serta respons audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap tiga informan yang terlibat dalam pengelolaan arsip dan media sosial, serta dokumentasi berupa data Instagram Insights. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran informasi kearsipan melalui Instagram dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengolahan dan pemilihan arsip, autentikasi dan digitalisasi melalui Sistem Elektronik Layanan Arsip Semarang (SELARAS), pengemasan arsip menjadi konten visual yang informatif, serta penyebaran dan pengelolaan respons audiens. Konten yang dipublikasikan meliputi edukasi, layanan kearsipan, dan arsip statis. Konten arsip foto bertema sejarah dan nostalgia memperoleh respons audiens yang tinggi. Respons audiens juga menunjukkan karakteristik antargenerasi, yaitu milenial cenderung merespons melalui nostalgia, sedangkan Gen Z lebih banyak menunjukkan rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap sejarah. Selain likes, komentar, dan tayangan, terdapat respons langsung berupa kunjungan ke Dinarpus serta pertanyaan melalui direct message. Namun, pengelolaan masih menghadapi kendala berupa belum konsistennya kalender konten, keterbatasan pelatihan, belum adanya SOP yang jelas, serta keterbatasan sarana digitalisasi arsip berukuran besar. Dengan demikian, Instagram telah mendukung penyebarluasan informasi kearsipan dan interaksi masyarakat, tetapi masih diperlukan penguatan perencanaan, sumber daya manusia, SOP, dan sarana digitalisasi.