Septianto Ade Putra
Universitas Pendidikan Nasional Denpasar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Tukad Pakerisan–Tukad Barito Berdasarkan PKJI 2023 Septianto Ade Putra; Decky Cipta Indrashwara; Dewa Ayu Putu Adhiya Garini Putri; Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13848

Abstract

Pertumbuhan aktivitas perkotaan dan peningkatan mobilitas kendaraan dapat meningkatkan beban lalu lintas pada persimpangan, terutama pada periode jam puncak. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran kinerja Simpang Bersinyal Jalan Tukad Pakerisan–Jalan Tukad Barito, Kota Denpasar, berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei lapangan dan data pendukung berupa rekaman kamera Area Traffic Control System (ATCS), data pengaturan sinyal, data geometrik simpang, serta data panjang antrean. Data volume kendaraan dikonversi ke satuan mobil penumpang (SMP) menggunakan faktor ekuivalensi kendaraan menurut PKJI 2023. Hasil analisis kinerja eksisting menunjukkan bahwa periode pagi 07.15–08.15 memiliki nilai kapasitas pendekat masing-masing 935,6; 1.091,5; dan 779,6 smp/jam dengan derajat kejenuhan tertinggi 0,399. Periode siang 11.30–12.30 memiliki kapasitas 871,5; 1.016,7; dan 907,8 smp/jam dengan derajat kejenuhan tertinggi 0,476. Pada periode sore 17.15–18.15, kapasitas pendekat sebesar 917,6; 1.070,5; dan 849,6 smp/jam, sedangkan derajat kejenuhan tertinggi mencapai 0,564 pada pendekat Selatan. Jumlah kendaraan terhenti rata-rata pada periode pagi, siang, dan sore masing-masing sebesar 0,528; 0,571; dan 0,603, dengan tundaan rata-rata masing-masing 13, 16, dan 18 detik/SMP. Seluruh periode memiliki tingkat pelayanan B. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi eksisting simpang masih berada pada tingkat pelayanan yang tergolong arus stabil, tetapi periode sore menunjukkan kondisi paling kritis dibandingkan periode lainnya.