Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekayasa Nilai Proyek Kantor Cabang BRI Surabaya dengan Distribusi Pareto Nita Fatma Dewi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13903

Abstract

Rekayasa nilai merupakan pendekatan sistematis untuk meningkatkan nilai proyek melalui pengurangan biaya yang tidak perlu dengan tetap mempertahankan fungsi, kinerja, dan mutu yang dipersyaratkan. Penelitian ini menerapkan rekayasa nilai pada proyek pembangunan Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Jalan Diponegoro Kota Surabaya, berupa bangunan empat lantai dan rooftop dengan nilai kontrak Rp22,85 miliar. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi item pekerjaan berbiaya tinggi, menyusun alternatif pengganti yang layak, serta mengetahui perbandingan biaya antara desain eksisting dan alternatif terpilih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus dengan data Rencana Anggaran Biaya, gambar bestek, Rencana Kerja dan Syarat, wawancara, dan dokumentasi. Analisis mengikuti tahapan rekayasa nilai berupa tahap informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, pengembangan, dan rekomendasi. Cost model dan distribusi Pareto digunakan untuk memusatkan analisis pada pekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal-elektrikal-plumbing. Hubungan fungsi dianalisis menggunakan Function Analysis System Technique dan rasio cost/worth, sedangkan pengembangan alternatif menggunakan Life Cycle Cost, pembobotan zero-one, dan matriks evaluasi. Analisis Pareto menghasilkan sembilan item struktur yang menyerap 80,65% biaya struktur, empat item arsitektur sebesar 84,36%, dan tujuh item MEP sebesar 83,51%. Alternatif yang direkomendasikan menurunkan biaya proyek sebesar 8,11%, dari Rp22,85 miliar menjadi Rp20,9973 miliar atau menghasilkan penghematan Rp1,8527 miliar tanpa mengurangi fungsi yang disyaratkan. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi fokus biaya berbasis Pareto dengan analisis fungsi dan evaluasi multikriteria memberikan dasar keputusan rekayasa nilai yang lebih terstruktur pada proyek bangunan gedung.