Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemasaran Digital Akun Instagram @wahidin_coffee sebagai Media Promosi Danica Vashti Maharani; Fikriana Mahar Rizqi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13935

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah praktik pemasaran di berbagai sektor usaha, termasuk coffee shop yang semakin memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan informasi dan konten promosi. Wahidin3A, sebuah coffee shop di Surakarta yang sebelumnya bernama Sadari Kopi, menggunakan akun Instagram @wahidin_coffee untuk menyampaikan informasi mengenai produk, suasana, dan aktivitas usaha kepada audiens. Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya mengkaji bagaimana pemasaran digital @wahidin_coffee dimanfaatkan sebagai media promosi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan pemasaran digital melalui akun Instagram @wahidin_coffee sebagai media promosi Wahidin3A. Penelitian menggunakan teori The Circular Model of SoMe dari Regina Luttrell yang terdiri atas empat dimensi, yaitu Share, Optimize, Manage, dan Engage. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Manajer Operasional dan Social Media Specialist/Content Creator sebagai key informant, serta dua pelanggan yang juga followers akun tersebut sebagai informan pendukung, dilengkapi observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @wahidin_coffee dimanfaatkan sebagai media promosi melalui penyebaran informasi produk, suasana, aktivitas barista, event, dan komunitas yang dibangun melalui konsep "Brew, Art, and Soul". Keempat dimensi tersebut terbukti saling berkaitan dan bersama-sama mendukung fungsi Instagram sebagai media promosi, tanpa mengukur brand awareness maupun efektivitas penjualan.