Salsa Nabila
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan Pasca-Boikot Produk Pro-Israel: PT Fast Food Indonesia dan Pioneerindo Salsa Nabila; Evi Apriliani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14125

Abstract

Fenomena boikot produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel berkembang luas di Indonesia sejak konflik Palestina-Israel kembali memanas pada akhir 2023 dan turut memengaruhi perilaku konsumen, termasuk pada sektor restoran cepat saji. Namun, kajian komparatif yang membandingkan kinerja keuangan perusahaan target boikot dengan merek lokal alternatif masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan PT Fast Food Indonesia (FAST) dan PT Pioneerindo Gourmet International (PTSP) pada periode sebelum dan sesudah munculnya gerakan boikot produk pro-Israel. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan periode 2022-2024 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio keuangan yang meliputi Return On Assets (ROA), Return On Equity, Debt to Equity Ratio (DER), dan Net Profit Margin (NPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Fast Food Indonesia mengalami penurunan kinerja keuangan yang cukup besar, ditandai dengan ROA, ROE, dan NPM yang terus menurun serta DER yang meningkat tajam. Sebaliknya, PT Pioneerindo Gourmet International menunjukkan kinerja yang lebih stabil dan cenderung meningkat, terlihat dari ROA, ROE, dan NPM yang naik secara konsisten serta DER yang relatif lebih terkendali. Temuan ini memberikan gambaran komparatif mengenai perubahan profitabilitas dan struktur modal kedua perusahaan pada periode sebelum, saat awal, dan setelah fenomena boikot.