Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan, Pengembangan Karier dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat Putri Maharani; Prima Yulianti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan, pengembangan karier, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 115 responden yang dipilih sebagai sumber data penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS versi 25 dengan metode regresi linear berganda. Pengujian meliputi uji instrumen, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai t hitung sebesar 4,864 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Pengembangan karier juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung sebesar 4,608 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Selanjutnya, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung sebesar 3,432 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, pelatihan, pengembangan karier, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan nilai F hitung sebesar 37,547 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,504 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan 50,4% variasi kepuasan kerja karyawan, sedangkan 49,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelatihan, pemberian kesempatan pengembangan karier, serta penciptaan lingkungan kerja yang nyaman perlu menjadi perhatian perusahaan dalam meningkatkan dan mempertahankan kepuasan kerja karyawan.