Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Fenomena Perdagangan Gelap Berkedok Pariwisata di Kepulauan Riau: Sebuah Kajian Kriminalitas Ismha Mardhati; Cahaya Varas Simanjuntak; Armeliani Armeliani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14193

Abstract

Wilayah perbatasan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis dalam aktivitas perdagangan dan pariwisata, tetapi kondisi geografis serta tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan juga membuka peluang bagi terjadinya perdagangan gelap. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena perdagangan gelap yang memanfaatkan sektor pariwisata di Kepulauan Riau, meliputi modus operandi, faktor lemahnya pengawasan, keterlibatan aktor lokal, serta strategi pencegahannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan berita serta data primer melalui wawancara semi-terstruktur dengan aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar. Data dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi, triangulasi sumber, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan penyamaran sebagai wisatawan, penggunaan kapal mewah, infrastruktur pariwisata, serta teknik ship-to-ship transfer untuk menghindari pemeriksaan di pelabuhan resmi. Lemahnya pengawasan perbatasan, keberadaan pelabuhan tikus, keterbatasan sumber daya aparat, serta celah dalam sistem pariwisata menjadi faktor yang mendukung aktivitas tersebut. Selain itu, keterlibatan aktor lokal melalui pemberian informasi, pemanfaatan fasilitas pariwisata, pemalsuan identitas, dan praktik suap turut memperkuat jaringan perdagangan ilegal. Pencegahan memerlukan penguatan pengawasan berbasis teknologi, penegakan hukum, sistem pengaduan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, serta negara tetangga. Dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan, sektor pariwisata di Kepulauan Riau diharapkan dapat berkembang secara aman, legal, dan berkelanjutan.