Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Workshop Personal Safety dan Pencegahan Kekerasan Seksual sebagai Upaya Membangun Pengetahuan dan Kemampuan Proteksi Diri Siswa SMP Muhammadiyah 5 Samarinda Aisyah Putri Salsabila; Meirizka Putri Nabila; Nor Syakila; Tarisa Mirda Sofiana; Nabila Safithri; Irfan Maulana; Muhammad Hasril; Yusak Hudiyono; Agus Toto Suriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1710

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak dan remaja di lingkungan pendidikan masih menjadi persoalan yang memerlukan intervensi preventif berbasis pengetahuan dan keterampilan perlindungan diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai personal safety dan pencegahan kekerasan seksual serta menggambarkan pemahaman dan respons siswa SMP Muhammadiyah 5 Samarinda melalui workshop bertajuk “Kenali, Lindungi, dan Berani Bicara”. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui pendekatan studi kasus untuk menggambarkan respons peserta selama mengikuti workshop. Kegiatan ini melibatkan 30 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar studi kasus, dan refleksi tertulis menggunakan sticky note. Data selanjutnya dianalisis secara tematik, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui member check. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membedakan perilaku yang melanggar batasan diri dan privasi dari perilaku yang dapat diterima, memahami dampak psikologis pelecehan, menolak anggapan bahwa korban harus disalahkan (victim blaming), serta mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat dipercaya sebagai tempat mencari bantuan. Refleksi tertulis peserta juga menunjukkan respons afektif yang positif terhadap kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan studi kasus partisipatif dapat membantu peserta menghubungkan konsep personal safety dan consent dengan situasi konkret yang berkaitan dengan batasan diri, privasi, dan pencarian bantuan.