Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Cacingan pada Anak Sekolah Dasar di SDN 1 Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat Suswandi Suswandi; Thiya Anisa Salsabila Kuniyo; Tri Rahmaniati; Abduzzuhri Abduzzuhri; Ridho Ario Nugroho; Muhammad Salim Bamasaq; Nur Arafah; Weni Hafsari Aprilia; Siti Qomariyahtul Kibtiyah; Sari Gading; Firman Ardiansyah; Jingga Amanda Julianti; Naizar Indri Pratama Putri; Moh Idris Rizki; Raden Ahmad Syahrul Hadi; Dion Saputra; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1714

Abstract

Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian pada anak usia sekolah karena berkaitan dengan perilaku kebersihan diri dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai cacingan serta membangun kesadaran terhadap perilaku pencegahannya. Mitra kegiatan adalah SDN 1 Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, dengan peserta sebanyak 93 siswa kelas III–VI berusia 8–12 tahun. Metode yang digunakan adalah Pendidikan Masyarakat melalui sosialisasi yang meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test secara lisan dan observasi keterlibatan peserta. Materi mencakup pengertian, penyebab, cara penularan, gejala, dampak, dan pencegahan cacingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa aktif mengikuti kegiatan dan mampu menyebutkan kembali beberapa tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan kuku, menggunakan alas kaki, serta menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi di lingkungan sekolah dapat menjadi pendekatan promotif untuk memperkuat pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pencegahan cacingan. Keberlanjutan edukasi dan pembiasaan perilaku hidup bersih diperlukan agar dampak kegiatan dapat dipertahankan.