Khaifa Valaecia Rahmatillah Putri
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI IDEOLOGI OPINI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK AMERIKA-IRAN: ANALISIS WACANA KRITIS VAN DIJK Khaifa Valaecia Rahmatillah Putri; Nina Iswanti; Aulia Azzahro; Imam Baehaqie
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v11i2.1532

Abstract

Bahasa memiliki peran penting sebagai cerminan ideologi dan kognisi sosial pemakainya. Opini mahasiswa terhadap isu global seperti konflik Amerika Serikat dan Iran tentang Selat Hormuz menjadi objek kajian yang relevan untuk mengungkap representasi ideologi dalam wacana akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi ideologi dalam opini mahasiswa terhadap konflik Amerika dan Iran menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks opini tertulis dari 10 sampel mahasiswa berbagai universitas yang diperoleh melalui kuesioner terbuka. Analisis dilakukan pada tiga dimensi, yaitu teks (makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dominan yang dibangun mahasiswa adalah penolakan terhadap dominasi sepihak, pengakuan hak historis dan geografis Iran atas Selat Hormuz, serta urgensi penyelesaian konflik melalui diplomasi. Secara struktural, pola argumen deskriptif-evaluatif paling banyak digunakan. Kognisi sosial mahasiswa dipengaruhi oleh kesadaran hukum internasional dan dampak ekonomi personal. Konteks sosial menunjukkan bahwa opini mahasiswa dilatarbelakangi oleh ketergantungan global terhadap Selat Hormuz sebagai jalur vital energi dunia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa opini mahasiswa merepresentasikan ideologi yang condong pada nilai keadilan internasional, netralitas, dan perdamaian.