Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Re-Packaging Konten Hard News: Negosiasi Nilai Jurnalistik dan Tuntutan Viralitas di Youtube Metro TV Dian Handika; Priatna Priatna; Henry Sianipar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.14254

Abstract

Pergeseran audiens televisi ke platform digital memaksa lembaga penyiaran konvensional untuk beradaptasi dalam mendistribusikan berita keras (hard news) agar tetap relevan di tengah persaingan media yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi re-packaging konten hard news yang dilakukan oleh Metro TV di platform YouTube, sekaligus mengkaji bentuk negosiasi nilai jurnalistik di tengah tuntutan algoritma dan viralitas platform digital. Untuk memberikan pijakan konseptual yang kokoh mengenai dinamika adaptasi redaksional tersebut, studi ini menggunakan pisau analisis dari Teori Konvergensi Media, Logika Platform, Ekonomi Politik Media (khususnya konsep Komodifikasi Konten), serta Prinsip dan Nilai Jurnalistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tim Research and Development (R&D) serta tim media digital Metro TV, observasi langsung terhadap konten video yang diunggah, serta analisis data wawasan audiens (audience insights) untuk melihat pola konsumsi publik. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana lembaga media berita melakukan transformasi bentuk pesan melalui modifikasi elemen visual, penggunaan judul yang menarik, serta penyesuaian naratif. Strategi ini dilakukan untuk menyeimbangkan antara esensi keutuhan informasi jurnalistik dan optimalisasi kinerja performa konten di platform digital. Temuan ini diharapkan mampu memperkaya literatur mengenai adaptasi media penyiaran di era digital serta memberikan gambaran empiris mengenai tantangan mempertahankan integritas jurnalistik di tengah komersialisasi platform.