: Sikap ilmiah merupakan aspek krusial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang harus dimiliki oleh calon guru sekolah dasar agar mampu menanamkan pola pikir kritis dan objektif kepada peserta didik. Namun, kondisi perkembangan sikap ilmiah mahasiswa PGSD selama perkuliahan masih memerlukan evaluasi empiris yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap ilmiah mahasiswa PGSD FKIP Universitas Riau terhadap pembelajaran IPA berdasarkan enam indikator utama. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei ini melibatkan mahasiswa aktif PGSD FKIP Universitas Riau yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup ber-skala Likert yang terdiri dari 28 butir pernyataan dan dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa secara umum memiliki sikap ilmiah dengan kategori tinggi. Aspek sikap berpikiran terbuka memperoleh rerata skor tertinggi sebesar 86,10% (kategori sangat tinggi), diikuti oleh sikap respek terhadap data/fakta (78,62%), sikap ketekunan (75,57%), sikap berpikir kritis (74,62%), dan sikap ingin tahu (73,29%). Sementara itu, aspek sikap penemuan dan kreativitas memperoleh rerata skor terendah sebesar 73,05%. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa meskipun sikap ilmiah mahasiswa sudah terbentuk dengan baik, kemampuan inovasi dan kreativitas masih perlu dioptimalkan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya perancangan pembelajaran IPA berbasis eksplorasi dan praktikum interaktif guna mendorong daya cipta serta pengalaman belajar mahasiswa secara holistik