Restu Ardhiyanto
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Upaya Menekan Resistensi Bakteri Ditilik dari Kajian Pemeriksaan Molekuler di Desa Ngombakan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Vector Stephen Dewangga; Sulasmi Sulasmi; Muhammad Taufiq Qurrohman; Rachma Aulia Putri; Restu Ardhiyanto
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i3.136

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang telah digunakan berulang kali dan dapat menghasilkan senyawa peroksida, radikal bebas, serta senyawa toksik akibat pemanasan. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan juga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah mengolah minyak jelantah menjadi sabun melalui reaksi saponifikasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Ngombakan, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, dengan tema pemanfaatan minyak jelantah sebagai sabun cuci tangan antiseptik berbahan ekstrak serai untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pencegahan resistensi bakteri. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pengolahan minyak jelantah, manfaat ekstrak serai sebagai antibakteri, serta edukasi pemeriksaan laboratorium dan deteksi molekuler. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 29 kader PKK mengikuti kegiatan dari target 40 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan 95% peserta mengalami peningkatan nilai, dengan rata-rata pretest sebesar 80,34 meningkat menjadi 89,66 pada posttest, atau meningkat 9,31 poin. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (p < 0,05), sehingga penyuluhan dinilai efektif meningkatkan pengetahuan peserta. Antusiasme peserta juga terlihat dari diskusi aktif mengenai tahapan pembuatan sabun, fungsi bahan, penggunaan APD, dan pengukuran pH. Peserta memperoleh video tutorial serta contoh produk sabun sebagai tindak lanjut kegiatan.