Mawardi Mawardi
UIN Raden Intan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN DITBINMAS DALAM PEMBINAAN MASYARAKAT GUNA MENGHADAPI HOAX, HATE SPEECH, DAN TRANS-IDEOLOGI SEBAGAI FENOMENA SOSIAL DAKWAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG Vera Febria Sari; Abdul Syukur; Sonhaji Sonhaji; Mawardi Mawardi
Jurnal Perbankan Syariah Indonesia (JPSI) Vol. 5 No. 2 (2026): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jpsi.v5i1.462

Abstract

Perkembangan ruang sosial digital menghadirkan persoalan berupa penyebaran hoax, hate speech, dan trans-ideologi yang dapat memengaruhi pola komunikasi, sikap, serta hubungan sosial masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pembinaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga mampu membangun kesadaran, toleransi, dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Ditbinmas Polda Lampung dalam pembinaan masyarakat, pelaksanaan pembinaan dalam menghadapi hoax, hate speech, dan trans-ideologi, serta keterkaitannya dengan fenomena sosial dakwah di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Ditbinmas dijalankan melalui peran edukatif, preventif, persuasif, kolaboratif, dan komunikatif. Pelaksanaan pembinaan dilakukan melalui penyadaran masyarakat, penguatan kapasitas dalam memilah dan memverifikasi informasi, pendampingan dan komunikasi persuasif, serta pemanfaatan media dan keterlibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur terkait. Pembinaan tersebut mendorong peningkatan kesadaran, kemampuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam menghadapi informasi digital serta memperkuat toleransi dan ketahanan sosial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Ditbinmas dapat dipahami sebagai bagian dari fenomena sosial dakwah karena proses penyadaran, komunikasi persuasif, pencegahan konflik, dan penguatan kepedulian sosial diarahkan pada perubahan perilaku dan kemaslahatan masyarakat di tengah perubahan ruang sosial digital.