Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress dan leverage terhadap manajemen laba serta menganalisis peran moderasi pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG). Penelitian dilakukan pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan memperoleh 262 observasi firm-year dari 105 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Manajemen laba diukur menggunakan discretionary accruals berdasarkan Modified Jones Model, financial distress diukur menggunakan Altman Z-Score, leverage diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), sedangkan pengungkapan ESG diukur menggunakan ESG Disclosure Index (ESGDI). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, dan leverage juga tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Selain itu, pengungkapan ESG tidak terbukti memoderasi hubungan antara financial distress dan manajemen laba. Namun, pengungkapan ESG terbukti memoderasi secara signifikan hubungan antara leverage dan manajemen laba, yang menunjukkan bahwa pengungkapan ESG dapat mengubah kekuatan pengaruh leverage terhadap manajemen laba. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan keuangan tidak selalu mendorong perusahaan untuk melakukan manajemen laba, sedangkan pengungkapan ESG berperan dalam membentuk perilaku manajerial, khususnya pada kondisi perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi.