Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan strategis dalam perekonomian Indonesia, akan tetapi dalam perkembangannya UMKM menghadapi berbagai hambatan dan tantangan. Tantangan paling terasa terjadi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha, terutama melalui penurunan daya beli masyarakat yang menyebabkan penurunan omset. Pemerintah Kota Depok mengedepankan lima pilar utama dalam mendukung pengembangan UMKM yaitu Pelatihan, Pendampingan, Fasilitasi Perizinan, Pemasaran dan Akses Pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan, pelatihan kewirausahaan, dan media sosial terhadap kinerja usaha mikro di Kota Depok, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan explanatory. Populasi penelitian adalah 1.800 pelaku usaha mikro, dengan sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel pendampingan secara parsial terhadap kinerja usaha mikro di Kota Depok, dengan besarnya pengaruh sebesar 22,9%. (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel pelatihan kewirausahaan secara parsial terhadap kinerja usaha mikro di Kota Depok, dengan besarnya pengaruh sebesar 39,8%. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel media sosial secara parsial terhadap kinerja usaha mikro di Kota Depok, dengan besarnya pengaruh sebesar 16,3%. (4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel pendampingan, pelatihan kewirausahaan dan media sosial secara simultan terhadap kinerja usaha mikro di Kota Depok sebesar 73,8%. Kata kunci: Pendampingan; Pelatihan Kewirausahaan; Media Social; Kinerja Usaha Mikro; Kota Depok;