Perkembangan teknologi otomasi bangunan menuntut adanya sistem yang mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan operasional, khususnya pada ruang kritis seperti ruang server dan ME. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Building Automation System (BAS) berbasis Raspberry Pi dengan tampilan LCD touchscreen pada Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa dengan pendekatan eksperimen dan model pengembangan sistem prototype, yang meliputi tahap perancangan, implementasi, dan pengujian sistem. Sistem yang dibangun terdiri dari sensor sebagai input, Raspberry Pi sebagai pengendali utama, serta relay dan kontaktor sebagai aktuator untuk mengendalikan perangkat listrik. Selain itu, sistem dilengkapi dengan antarmuka LCD touchscreen yang memungkinkan pengguna melakukan monitoring dan kontrol secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring suhu dan kelembaban secara real-time serta memberikan respon otomatis terhadap perubahan kondisi lingkungan. Ketika suhu melebihi batas yang ditentukan, sistem secara otomatis mengaktifkan perangkat pendingin, dan akan menonaktifkannya kembali ketika kondisi normal. Pengujian sistem menunjukkan bahwa BAS yang dikembangkan memiliki kinerja yang baik dari segi keakuratan pembacaan sensor, kecepatan respon, serta kestabilan sistem dalam pengoperasian berkelanjutan. Selain itu, penggunaan antarmuka touchscreen meningkatkan kemudahan penggunaan dan efektivitas kontrol sistem. Dengan demikian, sistem yang dibangun mampu meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan dalam pengelolaan ruang server dan ME.