Muhammad Agung Setiawan
Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sosial Humaniora, Universitas Agung Putra, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Conten Creator Untuk Siswa SMA N 4 Semarang Sutinnarto; Muhammad Agung Setiawan; Lakna Tulas'un; Rif'atul Himmah
Sustainable Society Journal Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : Agung Putra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegelisahan akan derasnya arus digital yang kerap menjebak generasi muda ke dalam konsumsi pasif, menjadi pijakan utama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Mitra kami, SMA Negeri 4 Semarang, memiliki potensi besar berupa siswa-siswi yang kreatif namun seringkali tidak memiliki ruang aman untuk mengekspresikan diri secara positif di dunia maya. Pengabdian ini bertujuan tidak hanya untuk mentransfer keterampilan teknis membuat konten, tetapi lebih dari itu, untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan kepercayaan diri siswa dalam menyuarakan narasi kebaikan melalui platform digital. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis dan partisipatif melalui empat tahapan pendekatan humanis. Tahap pertama, observasi, dilakukan dengan mendekati siswa secara informal untuk menggali dan memahami kebutuhan, minat, serta tantangan yang mereka hadapi dalam dunia digital saat ini. Tahap kedua, sosialisasi, menjadi momen berbagi visi dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya literasi digital serta peluang menjadi konten kreator di masa depan. Tahap ketiga, pelatihan intensif, merupakan inti dari program yang dilaksanakan melalui pendekatan experiential learning dan metode "tutor sebaya", di mana siswa diajak belajar storytelling, sinematografi dasar, penyuntingan video, hingga etika bermedia sosial—semua dibungkus dalam suasana yang hangat dan saling mendukung. Tahap keempat, evaluasi, dilakukan tidak hanya untuk mengukur peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga untuk merefleksikan perubahan pola pikir dan rasa percaya diri siswa selama mengikuti rangkaian kegiatan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa siswa tidak sekadar mampu memproduksi konten video pendek berkualitas, tetapi yang lebih penting, mereka kini memahami bahwa menjadi konten kreator adalah salah satu skill kunci di masa depan. Para siswa mulai menyadari bahwa kemampuan membuat konten bukanlah sekadar tren, melainkan bekal hidup yang bermanfaat untuk beradaptasi dengan era digital yang terus bergerak cepat. Mereka pun mulai berani bercerita tentang pengalaman sehari-hari, isu lingkungan sekolah, hingga harapan mereka terhadap masa depan—dengan gaya bahasa remaja yang autentik. Dampak paling mendalam dari program ini adalah lahirnya ekosistem kecil para kreator muda yang saling mendukung, serta meningkatnya rasa memiliki siswa terhadap citra positif sekolah mereka. Dengan demikian, pelatihan yang dilalui melalui empat tahap pendampingan yang humanis dan kontekstual ini membuktikan bahwa energi digital anak muda dapat diarahkan menjadi kekuatan produktif yang membanggakan, sekaligus menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan formal dan tuntutan keterampilan abad ke-21.