Hasip Arista
Universitas Islam Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL MELALUI BAKTI SOSIAL, PEMBINAAN MUALLAF, BIMTEK DATA PENDIDIKAN, DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI KOTA PONTIANAK Nahruji Nahruji; M. Amin; Hasip Arista; Maskuri Bahri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15916

Abstract

Multicultural urban societies such as Pontianak City continuously face challenges concerning socio-economic vulnerabilities, unstandardized administrative governance in non-formal religious institutions, and latent social friction amidst religious diversity. This community service program aimed to empower the local community through an integrated intervention comprising four pillars: staple food distribution, theological guidance for muallaf (Muslim converts), technical assistance on digital data governance for Madrasah Diniyah and Quranic Education Center (LPQ) operators, and the reinforcement of interfaith religious moderation. Employing a qualitative participatory design through Participatory Action Research (PAR), the methodology incorporated need assessment, action planning, fieldwork execution, and reflective outcome evaluation. The interventions engaged 50 underprivileged family heads receiving emergency food aid, 25 muallaf participants, 40 educational data operators, and 65 interfaith community representatives. Evaluation findings revealed that: (1) 50 emergency food packages were distributed, relieving daily domestic consumption burdens; (2) muallaf theological comprehension scores increased from a pre-test average of 54.20 to 82.40 in the post-test; (3) the administrative competence of the 40 madrasah operators escalated from an initial 35.00% to 90.00% in operating standardized data systems; and (4) an interfaith tolerance commitment index reached an average approval score of 87.50%. This integrated approach indicates that academic-community partnerships effectively mitigate socio-religious vulnerabilities while reinforcing institutional capacities and social cohesion within urban settings. ABSTRAK Masyarakat perkotaan multikultural seperti Kota Pontianak menghadapi tantangan kerentanan sosio-ekonomi, tata kelola administrasi lembaga keagamaan nonformal yang belum terstandar, serta potensi gesekan sosial di tengah keberagaman keyakinan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui intervensi terpadu yang mencakup empat pilar: bakti sosial pangan pokok, pembinaan akidah bagi mualaf, bimbingan teknis (bimtek) pendataan digital bagi operator Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), serta penguatan dialog moderasi beragama lintas iman. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan kualitatif partisipatif melalui rancangan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan asesmen kebutuhan, perencanaan aksi, implementasi lapangan, dan evaluasi hasil. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi strategis dengan rincian sasaran: 50 kepala keluarga prasejahtera penerima sembako, 25 orang mualaf binaan, 40 orang operator data pendidikan keagamaan, serta 65 orang peserta perwakilan empat agama dalam forum dialog publik. Hasil evaluasi program menunjukkan: (1) tersalurkannya 50 paket pangan darurat untuk meringankan beban konsumsi harian warga; (2) meningkatnya skor pemahaman tauhid mualaf dari rata-rata pre-test 54,20 menjadi 82,40 pada post-test; (3) melonjaknya persentase pemahaman 40 operator madrasah dari 35,00% menjadi 90,00% dalam pengoperasian instrumen data terpadu; serta (4) terpetakannya komitmen toleransi lintas iman dengan indeks persetujuan mencapai 87,50%. Integrasi kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi akademisi bersama mitra lokal mampu merespons kebutuhan material sekaligus memperkuat kohesi sosial dan kapasitas kelembagaan masyarakat perkotaan.