Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah perempuan, mengidentifikasi strategi penguatan motivasi kerja guru, serta mengeksplorasi faktor kontekstual yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD NU Nurul Ishlah Gresik. Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Sebanyak 15 informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas satu kepala sekolah, dua wakil kepala sekolah, tujuh guru senior, dan lima guru junior. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi pada Maret 2026. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka kepemimpinan transformasional Bass dan Riggio. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan – Kepemimpinan transformasional terwujud melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu keteladanan moral dan spiritual, visi partisipatif, stimulasi inovasi, serta perhatian individual. Tujuh strategi penguatan motivasi mencakup apresiasi mingguan, kolaborasi tim, apresiasi personal, family gathering, delegasi berbasis kompetensi, pengembangan kapasitas, dan mentoring. Implementasinya dipengaruhi budaya ewuh pakewuh, kesiapan teknologi guru, dukungan kelembagaan, serta stereotip gender dan tuntutan peran keluarga. Kebaruan – Penelitian mengidentifikasi empat mekanisme kepemimpinan yang saling terkait, yaitu legitimasi moral, pemaknaan tujuan kolektif, pemberdayaan profesional, dan dukungan individual dalam konteks sekolah dasar berbasis Islam. Signifikansi – Temuan memberikan dasar bagi pengembangan kepemimpinan sekolah yang berorientasi pada integritas, partisipasi, pertumbuhan profesional, dan kebutuhan individual guru.