Muhammad Furqon Wahyudi
Universitas Gresik

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Manajemen Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Motivasi Mengajar Guru di Sekolah Dasar IRADA Gresik Rikha Laili; Taufik Harris; Muhammad Furqon Wahyudi
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2479

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi mengajar guru serta menganalisis arah, kekuatan, dan signifikansi hubungan kedua variabel di SD IRADA Gresik. Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan regresi linear sederhana. Seluruh 18 guru aktif dilibatkan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin, terdiri atas 21 butir manajemen supervisi akademik dan 14 butir motivasi mengajar. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro–Wilk, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Temuan – Rata-rata skor manajemen supervisi akademik sebesar 73,67 dari maksimum 105, sedangkan motivasi mengajar mencapai 48,94 dari maksimum 70. Sebanyak 38,9% guru menilai supervisi pada kategori tinggi atau sangat tinggi, sementara 33,3% guru memiliki motivasi mengajar rendah atau sangat rendah. Kedua variabel menunjukkan hubungan positif dan signifikan (r = 0,592; p = 0,010). Model regresi menjelaskan 35,0% variasi motivasi mengajar (R² = 0,350). Kebaruan – Penelitian ini menempatkan motivasi mengajar sebagai variabel respons langsung terhadap manajemen supervisi akademik dalam konteks sekolah dasar swasta berbasis nilai keislaman. Signifikansi – Temuan memberikan dasar empiris bagi evaluasi pengelolaan supervisi akademik dan pengembangan pembinaan profesional guru, dengan tetap memperhatikan keterbatasan inferensi kausal.  
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Perempuan dalam Penguatan Motivasi Kerja Guru di SD NU Nurul Ishlah Gresik Santi Prihastuti; Suyanto Suyanto; Muhammad Furqon Wahyudi
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2480

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah perempuan, mengidentifikasi strategi penguatan motivasi kerja guru, serta mengeksplorasi faktor kontekstual yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD NU Nurul Ishlah Gresik. Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Sebanyak 15 informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas satu kepala sekolah, dua wakil kepala sekolah, tujuh guru senior, dan lima guru junior. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi pada Maret 2026. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka kepemimpinan transformasional Bass dan Riggio. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan – Kepemimpinan transformasional terwujud melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu keteladanan moral dan spiritual, visi partisipatif, stimulasi inovasi, serta perhatian individual. Tujuh strategi penguatan motivasi mencakup apresiasi mingguan, kolaborasi tim, apresiasi personal, family gathering, delegasi berbasis kompetensi, pengembangan kapasitas, dan mentoring. Implementasinya dipengaruhi budaya ewuh pakewuh, kesiapan teknologi guru, dukungan kelembagaan, serta stereotip gender dan tuntutan peran keluarga. Kebaruan – Penelitian mengidentifikasi empat mekanisme kepemimpinan yang saling terkait, yaitu legitimasi moral, pemaknaan tujuan kolektif, pemberdayaan profesional, dan dukungan individual dalam konteks sekolah dasar berbasis Islam. Signifikansi – Temuan memberikan dasar bagi pengembangan kepemimpinan sekolah yang berorientasi pada integritas, partisipasi, pertumbuhan profesional, dan kebutuhan individual guru.