Clarita Isnanda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Alat Bantu dalam Bantuan Sosial Disabilitas: Hambatan dan Tantangan Penggunaan di Kecamatan Waru Clarita Isnanda; Husnul Muttaqin
Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Sosiologi Pendidikan Kolaboratif
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jspk.v3i1.2875

Abstract

Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam memanfaatkan alat bantu yang diberikan melalui program bantuan sosial, baik dari aspek teknis, lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan alat bantu belum sepenuhnya optimal dalam menunjang aktivitas dan kemandirian penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan alat bantu serta mengidentifikasi hambatan yang memengaruhi penggunaannya pada penyandang disabilitas di Kecamatan Waru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas penyandang disabilitas penerima bantuan alat bantu dan pendamping sosial dari Dinas Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan alat bantu berbeda-beda berdasarkan tingkat disabilitas. Penyandang disabilitas ringan cenderung mampu menggunakan alat bantu secara lebih mandiri, sedangkan penyandang disabilitas sedang dan berat masih membutuhkan dukungan keluarga maupun pendamping. Hambatan yang ditemukan meliputi ketidaksesuaian alat bantu, lingkungan yang belum aksesibel, stigma sosial, kurangnya pendampingan, serta keterbatasan ekonomi yang menghambat akses terhadap layanan pengobatan dan rehabilitasi. Meskipun demikian, program bantuan alat bantu tetap memberikan manfaat dalam membantu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan mobilitas penyandang disabilitas. Oleh karena itu, diperlukan monitoring berkelanjutan, kesesuaian alat bantu, serta dukungan rehabilitasi dan lingkungan yang inklusif agar program berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.