mirwa j
Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Cash Holding dan Financial Performance Serta Digital Tranformation Sebagai Moderasi Pada Perusahaan Induk Badan Usaha Milik Negara Indonesia mirwa j
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 6 No. 2 (2026): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v6i2.4269

Abstract

Perusahaan induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia dituntut menjaga kinerja keuangan di tengah percepatan transformasi digital, sementara temuan penelitian mengenai peran kas dan digitalisasi belum konsisten. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh cash holding terhadap financial performance serta peran digital transformation dalam memoderasi (memperlemah) hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder dari laporan tahunan 15 perusahaan induk BUMN yang dipilih melalui purposive sampling selama periode 2021–2025 (75 observasi). Cash holding diukur dengan rasio kas dan setara kas terhadap total aset, financial performance dengan return on assets (ROA), dan digital transformation melalui analisis teks laporan tahunan (frekuensi kata kunci dalam logaritma natural). Data dianalisis dengan moderated regression analysis (MRA) pada model common effect dengan kesalahan baku yang robust. Hasil menunjukkan bahwa cash holding berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial performance (p-value = 0,0140). Digital transformation berpengaruh positif tetapi tidak signifikan (p-value = 0,4792), dan interaksinya dengan cash holding bernilai negatif tetapi tidak signifikan (p-value = 0,7472), sehingga peran moderasi belum terbukti secara statistik. Simpulannya, pengelolaan kas yang memadai berkontribusi pada kinerja keuangan perusahaan induk BUMN, sedangkan manfaat finansial digital transformation belum tampak pada periode pengamatan. Temuan ini menekankan perlunya mengintegrasikan investasi digital dengan pengelolaan sumber daya keuangan.