Pendidikan abad ke-21 menuntut transformasi paradigma pembelajaran dari pendekatan teacher-centered menuju student-centered guna mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, praktik pembelajaran di Sekolah Dasar masih didominasi pendekatan konvensional yang menempatkan siswa sebagai penerima informasi pasif, sehingga kemampuan menganalisis informasi dan menarik kesimpulan tidak berkembang secara optimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan berpikir kritis siswa kelas IV pada pembelajaran IPAS, mengukur perbedaan peningkata berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kontrol, serta menganalisis efektivitas peningkatan melalui skor N-Gain. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group. Instrumen pengumpulan data berupa soal uraian pretest -posttest yang diberikan kepada kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 (Sig. < 0,05). Nilai rata-rata dan perolehan gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Analisis N-Gain menunjukkan kelas eksperimen berada pada kategori sedang (0,3989), sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah (0,1169). Dengan demikian, model TPS terbukti lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar.