Alfando Chandra Tribiyanto
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Narotama Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN DIGITAL ENTREPRENEURSHIP PADA SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN OBAT BERBASIS WEB DI RUMAH SAKIT ADI HUSADA KAPASARI Alfando Chandra Tribiyanto; Mochamad Mizanul Achlaq
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 9 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (September 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i9.2591

Abstract

Proses pengiriman obat dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit Adi Husada Kapasari sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan pencatatan kertas atau lembar kerja sederhana. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai kendala seperti risiko kesalahan pencatatan, keterlambatan pelaporan, dan keterbatasan dalam pemantauan status pengiriman secara langsung (real-time). Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan Sistem Informasi Pengiriman Obat berbasis web dengan menerapkan konsep Digital Entrepreneurship untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan distribusi obat. Pengembangan sistem ini menggunakan metode SDLC Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Aplikasi dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel serta MySQL sebagai sistem manajemen basis data. Pengujian sistem dilakukan dengan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi fungsionalitas berjalan dengan baik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama seperti manajemen data pengiriman, penugasan kurir, pemantauan status pengiriman, pengalihan data pembatalan, dan pembuatan laporan terintegrasi dapat berjalan valid 100% sesuai dengan kebutuhan fungsional. Penerapan sistem informasi berbasis web ini memberikan nilai tambah berupa transformasi digital pada operasional pelayanan farmasi, efisiensi waktu administrasi, serta transparansi informasi distribusi obat.