Artikel ini mengkaji posisi literasi kependudukan dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di perguruan tinggi Indonesia, khususnya pasca terbitnya Buku Ajar MKWK PKn Edisi II (2024) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek. Buku ajar tersebut secara eksplisit mengintegrasikan materi administrasi kependudukan dan pencatatan sipil ke dalam pembelajaran PKn serta memperoleh dukungan kelembagaan sebagai rujukan nasional pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Alih-alih mempertanyakan perlunya integrasi literasi kependudukan ke dalam PKn, artikel ini berfokus pada bagaimana integrasi yang telah dicapai melalui Buku Ajar MKWK PKn Edisi II Tahun 2024 dapat diperdalam. Artikel ini berargumen bahwa meskipun pengakuan normatif terhadap pentingnya administrasi kependudukan telah hadir dalam kurikulum nasional, dimensi pedagogis dan analitis yang diperlukan untuk membangun kewarganegaraan substantif masih memerlukan penguatan, terutama dalam memahami eksklusi administratif, de facto statelessness, dan keadilan akses layanan publik. Dengan menggunakan pendekatan kajian normatif-komparatif terhadap literatur Citizenship Education (CE), Global Citizenship Education (GCED), dan studi statelessness, artikel ini mengidentifikasi dua kesenjangan yang persisten: (1) kesenjangan antara konten normatif-deskriptif administrasi kependudukan dalam Buku Ajar 2024 dan kerangka analitis kritis yang dibutuhkan untuk memahami kewarganegaraan substantif; serta (2) kesenjangan antara orientasi kebangsaan yang dominan dalam PKn dan tuntutan kewarganegaraan abad ke-21 yang multidimensi. Artikel ini menawarkan model konseptual empat pilar PKn yang memperkuat—bukan menggantikan—fondasi yang telah diletakkan oleh Buku Ajar 2024, sekaligus menegaskan bahwa literasi kependudukan dan pencatatan sipil merupakan bagian integral dari kewarganegaraan substantif. Model tersebut memperdalam dimensi kritis-demokratis, global, dan keadilan administratif dalam pembelajaran PKn di perguruan tinggi.