Cut Nursadrina
Universitas Ubudiyah Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Parenting Islami dalam Mendidik Anak Usia 0–6 Tahun: Pendekatan Psikologi Klinis untuk Mendukung Perkembangan Emosional, Sosial, Kognitif, dan Spiritual Anak Cut Nursadrina; Melda Sofia; Kurnia Rahmayanti
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1644

Abstract

Masa usia 0–6 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan anak karena pada tahap ini anak mengalami perkembangan yang pesat pada aspek kognitif, bahasa, sosial, emosional, moral, dan spiritual. Orang tua memiliki peran utama dalam menyediakan lingkungan yang aman, responsif, penuh kasih sayang, serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Dalam keluarga Muslim, pengasuhan dapat dikembangkan melalui parenting Islami yang mengintegrasikan nilai kasih sayang, keteladanan, pembiasaan ibadah, komunikasi positif, penghargaan terhadap anak, dan disiplin tanpa kekerasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menerapkan parenting Islami kepada anak usia 0–6 tahun dengan pendekatan psikologi klinis. Metode kegiatan dapat dilakukan melalui edukasi, diskusi, demonstrasi, studi kasus, role play, dan evaluasi pretest-posttest. Materi meliputi karakteristik perkembangan anak usia 0–6 tahun, kebutuhan psikologis anak, attachment, regulasi emosi, komunikasi orang tua-anak, disiplin positif, keteladanan Rasulullah SAW, pembiasaan nilai Islam, pengelolaan emosi orang tua, serta deteksi dini masalah perkembangan dan perilaku. Kajian penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan yang responsif, sensitif, dan tidak keras berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa anak, sementara intervensi parenting yang juga memperhatikan kesehatan mental orang tua dapat memberikan manfaat bagi orang tua dan perkembangan anak. Kajian khusus keluarga Muslim juga menunjukkan bahwa keteladanan, pembiasaan nilai agama, komunikasi efektif, dan lingkungan keluarga yang harmonis merupakan komponen penting dalam pengasuhan Islami anak usia dini.
Coping Stres Mahasiswi Keperawatan Gigi Poltkkes Kemenkes Aceh Yang Mengalami Obesitas Cut Nursadrina; Melda Sofia; Kurnia Rahmayanti
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i4.1647

Abstract

Obesitas pada mahasiswi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis akibat ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, ejekan, bullying, dan stigma berat badan di lingkungan sosial. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan mendorong individu menggunakan berbagai strategi coping untuk menghadapi stres. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan coping stres pada mahasiswi Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh yang mengalami obesitas. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah tiga orang mahasiswi berusia 19–24 tahun yang mengalami stres akibat obesitas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mengalami tekanan yang berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, pengalaman diejek, bullying, pengucilan, dan kekhawatiran terhadap penilaian sosial. Tekanan tersebut tampak dalam respons fisik dan psikologis berupa gangguan tidur, sakit kepala, perubahan nafsu makan, rasa malu, rendah diri, kurang percaya diri, ketidaknyamanan di lingkungan kampus, dan berkurangnya motivasi mengikuti perkuliahan. Coping stres yang digunakan bersifat multidimensional, meliputi planful problem solving melalui aktivitas fisik dan pencarian informasi, seeking social support melalui dosen, teman, dan keluarga, distancing, self-control, accepting responsibility, escape, serta positive reappraisal melalui aktivitas religius seperti doa, salat, dan istighfar. Dengan demikian, coping stres pada mahasiswi yang mengalami obesitas dilakukan melalui kombinasi strategi penyelesaian masalah dan pengelolaan emosi yang disesuaikan dengan pengalaman serta tekanan yang dihadapi. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan sosial dan lingkungan akademik yang aman dalam membantu mahasiswi menghadapi stres dan stigma berat badan.