Ulin Nuha
Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dimensi Spiritual dan Pendidikan Keluarga dalam Doa Nabi Ibrāhīm: Perspektif al-Qurṭubī dan ‘Alī al-Ṣābūnī Sakhoyah Aisyatul Izza; Ulin Nuha
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i2.2369

Abstract

Penelitian ini mengkaji dimensi spiritual dan pendidikan keluarga dalam doa Nabi Ibrāhīm a.s. di dalam Al-Qur’an melalui perbandingan penafsiran al-Qurṭubī dalam al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān dan Muḥammad ‘Alī al-Ṣābūnī dalam Ṣafwah al-Tafāsīr. Kajian difokuskan pada Q.S. Ibrāhīm [14]: 40–41 dan Q.S. al-Ṣāffāt [37]: 100 yang memuat permohonan keteguhan mendirikan salat, ampunan bagi diri sendiri, orang tua, dan orang-orang beriman, serta harapan memperoleh keturunan yang saleh. Penelitian kualitatif berbasis studi pustaka ini menggunakan pendekatan tafsir muqāran. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif, analitis, dan komparatif, dengan pemikiran al-Ghazālī dalam Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn sebagai kerangka teori pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir memahami doa Nabi Ibrāhīm a.s. sebagai wujud penghambaan, ketergantungan kepada Allah, dan kepedulian terhadap keberlanjutan iman antargenerasi. Al-Qurṭubī memberikan uraian lebih luas dengan menonjolkan aspek kebahasaan, riwayat, akidah, dan keragaman pendapat ulama, sedangkan al-Ṣābūnī menyajikan penafsiran yang lebih ringkas dan sistematis dengan penekanan pada hikmah moral, spiritual, dan pendidikan. Doa-doa tersebut menegaskan bahwa pendidikan keluarga harus berlandaskan tauhid, keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, kasih sayang, dan doa yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa doa Nabi Ibrāhīm a.s. tetap relevan untuk memperkuat spiritualitas, membangun keluarga saleh, dan menghadapi tantangan moral serta keluarga kontemporer melalui keselarasan antara doa, ikhtiar, dan tawakal.