Perkembangan gaya hidup sehat mendorong inovasi kuliner bercita rasa menarik yang memanfaatkan bahan pangan secara optimal. Kurma berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pemanfaatan daging buah dan bijinya. Project ini bertujuan mengembangkan Datenougat dan Datepresso sebagai inovasi kuliner sehat berbahan dasar kurma untuk mendukung diversifikasi produk dan pariwisata kuliner. Project menggunakan pendekatan eksperimental dan deskriptif melalui uji coba, evaluasi ahli, penyempurnaan formulasi, uji masa simpan, penilaian konsumen, serta implementasi Marketing Mix 7P. Datenougat dikembangkan dari daging kurma dan kacang tanah sebagai camilan dengan rasa manis alami, sedangkan biji kurma diolah menjadi Datepresso sebagai minuman alternatif menyerupai kopi tanpa kafein. Evaluasi melibatkan empat ahli dan 30 konsumen. Seluruh indikator penilaian konsumen memperoleh kategori sangat baik, yaitu rasa 91,56%, aroma 95,56%, tekstur 92,67%, tampilan 95,19%, kemasan 93,70%, dan harga 94,44%. Datenougat dapat bertahan hingga lima hari dan Datepresso hingga empat hari sejak tanggal produksi apabila disimpan dalam lemari pendingin bersuhu 4–5°C dengan kualitas yang masih dapat diterima. Pemasaran melalui kegiatan launching, Instagram, dan TikTok berhasil memperkenalkan produk kepada konsumen. Media sosial memperoleh 30 followers di Instagram dan 35 followers di TikTok, dengan 40 likes pada konten Instagram dan 400 views pada konten TikTok. Seluruh produk yang dipasarkan saat launching terjual habis. Project ini menghasilkan produk kuliner inovatif yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat, industri hospitality, dan pariwisata kuliner.