Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Tingkat Kecemasan Pencabutan Gigi Antara Laki- Laki dan Perempuan di Rumah Sakit Umum  Daerah Padangsidimpuan Tahun 2026 Nabila Ansor; Nasri Nasri
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): AGUSTUS-SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/awqtam29

Abstract

Salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang masih banyak ditemukan di masyarakat adalah karies gigi dan penyakit periodontal. Pada kondisi tertentu, kerusakan gigi yang telah parah dan tidak dapat dipertahankan lagi memerlukan tindakan pencabutan gigi sebagai pilihan perawatan. Pencabutan gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan di pelayanan kesehatan gigi, namun bagi sebagian pasien tindakan ini masih dianggap menakutkan dan dapat menimbulkan kecemasan. Tingkat kecemasan yang tinggi pada pasien pencabutan gigi dapat memberikan dampak negatif terhadap proses perawatan. Pasien dengan kecemasan tinggi cenderung lebih sensitif terhadap rasa nyeri, sulit bekerja sama, serta menunjukkan respon fisiologis seperti peningkatan denyut nadi dan tekanan darah. Kondisi ini dapat menyulitkan tenaga kesehatan dalam melakukan tindakan secara optimal dan memengaruhi keberhasilan perawatan.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analtik dengan desain kompratif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang, jumlah sampel minimal ditentukan berdasarkan perhitungan yang digunakan dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan selama periode penelitian hingga jumlah sampel minimal terpenuhi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan keusioner. Analisis dat digunakan secara univarit dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan α = 0,05..Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden pernah menjalani tindakan pencabutan gigi sebelumnya, yaitu sebanyak 38 orang (63,3%), sedangkan responden belum pernah menjalani tindakan pencabutan gigi sebanyak 22 orang (36,7%). Tingkat kecemasan dapat diketahui bahwa dari 22 responden laki-laki, sebagian besar berada pada kategori kecemasan ringan, yaitu sebanyak 8 responden (36,4%), sedangkan kategori paling sedikit adalah kecemasan sangat tinggi, yaitu sebanyak 2 responden (9,1%). Sementara itu, dari 38 responden perempuan, sebagian besar berada pada kategori kecemasan tinggi, yaitu sebanyak 15 responden (39,5%), sedangkan kategori paling sedikit adalah kecemasan ringan, yaitu sebanyak 4 responden (10,5%). Hasil analisis uji Mann-Witney menunjukkan adanya hubungan tingkat kecemasan pencabutan gigi antara pasien laki-laki dan perempuan di rumah sakit umum Daerah Kota Padangsidimpuan tahun 2026.Kesimpulan penelitian ini adanya hubungan tingkat kecemasan pencabutan gigi antara pasien laki-laki dan perempua. Diharapkan gai tenaga kesehatan gigi dalam mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami kecemasan tinggi sehingga dapat memberikan pendekatan dan penenganan yang sesuai sebelum tindakan pencabutan gigi dilakukan.