Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persentase sepeda motor (%SM) dalam volume/arus lalu lintas dan faktor distribusi arus terhadap Indeks Kebisingan Lalu Lintas/Traffic Noise Index (TNI) menggunakan Metode Regresi Linier Berganda dengan pendekatan Kuantitatif menggunakan data hasil pengukuran Sound Pressure Level (SPL) (dB) menggunakan Sound Level Meter (SLM) untuk kemudian dikonversi ke skala energi linier menjadi Kebisingan Ekuivalen (Leq) (dB) dan perekaman Volume Kendaraan mengacu pada PKJI 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel tersebut secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Kebisingan Lalu Lintas/Traffic Noise Index (TNI). Distribusi arus lalu lintas yang tidak seimbang (nilai distribusi tinggi) cenderung meningkatkan kebisingan, sementara distribusi yang stabil atau merata menurunkan tingkat kebisingan. Koefisien regresi variabel Persentase Sepeda Motor (%SM) yang dihasilkan memiliki nilai yang sama untuk kedua arah (arah ke Barat dan arah ke Timur). Hal tersebut menunjukan besarnya pengaruh persentase Sepeda Motor (%SM) terhadap peningkatan Traffic Noise Index (TNI), artinya setiap peningkatan 1% sepeda motor dari total arus/volume kendaraan meningkatkan Traffic Noise Index (TNI) sebesar 0.029 dB. Hal tersebut sesuai dengan konsep TNI yang peka terhadap fluktuasi/Noise Climate, dimana Lalu lintas motor biasanya menghasilkan puncak-puncak kebisingan yang meningkatkan selisih antara L10 & L90 (NC = L10-L90). Persamaan Model Regresi : Y = 81.874 + 0.001X1 – 0.029X2 + 3.834X13 dimana: Y = Traffic Noise Index (TNI) (dB), X1= Volume Lalu Lintas Total (Kendaraan/Jam), X2=% Sepeda Motor (SM), X3=Faktor Distribusi Arus, yang mengindikasikan adanya pengaruh lintas arah (spasial) terhadap kebisingan. Indikasi tersebut menunjukkan bahwa arus dari satu arah dapat memengaruhi kondisi kebisingan di arah berlawanan. Secara keseluruhan, model matematis ini dapat dijadikan dasar bagi perumusan strategi pengendalian kebisingan lalu lintas berbasis pada komposisi kendaraan dan distribusi arus lalu lintas dari 2 arah.