Premature Rupture of Membranes (PROM) is an obstetric emergency that may increase maternal and neonatal morbidity and mortality if not managed promptly and appropriately. This case study aimed to describe the implementation of comprehensive midwifery care with collaborative referral management in a laboring woman with PROM. The method used was a descriptive case study through a Continuity of Care (CoC) approach in Mrs. A, a 20-year-old primigravida (G1P0A0) at 40 weeks of gestation with PROM. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation using the SOAP method. The results showed that the mother experienced PROM without labor progression for more than 12 hours, characterized by cervical dilatation remaining at 1 cm and inadequate uterine contractions. Therefore, a collaborative referral to the hospital was performed, followed by a Caesarean section. The baby was delivered in good condition with a birth weight of 3000 grams and APGAR scores of 8/9/10. A newborn is diagnosed with asphyxia when the APGAR score is <7 at the first and/or fifth minute after birth. APGAR scores of 4–6 indicate mild-to-moderate asphyxia, while scores of 0–3 indicate severe asphyxia. In this case, the newborn had APGAR scores of 8/9/10, indicating that no asphyxia occurred. Postoperative maternal and neonatal conditions were stable without complications. The implementation of comprehensive midwifery care through a Continuity of Care approach and collaborative referral management in PROM cases was effective in improving maternal and neonatal safety and preventing maternal and neonatal complications. Abstrak Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kegawatdaruratan obstetri yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi asuhan kebidanan komprehensif dengan rujukan kolaboratif pada ibu bersalin dengan KPD. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif melalui pendekatan Continuity of Care (CoC) pada Ny. A usia 20 tahun G1P0A0 usia kehamilan 40 minggu dengan KPD. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan metode SOAP. Hasil menunjukkan bahwa ibu mengalami KPD tanpa kemajuan persalinan lebih dari 12 jam ditandai pembukaan serviks tetap 1 cm dan his tidak adekuat sehingga dilakukan rujukan kolaboratif ke rumah sakit dan tindakan Sectio Caesarea. Bayi lahir dalam kondisi baik dengan berat badan lahir 3000 gram. APGAR score 8/9/10, Bayi baru lahir dinyatakan mengalami asfiksia apabila nilai APGAR <7 pada menit pertama dan/atau kelima setelah lahir. Nilai APGAR 4–6 menunjukkan asfiksia ringan–sedang, sedangkan 0–3 menunjukkan asfiksia berat. Pada kasus ini bayi memiliki nilai APGAR 8/9/10 sehingga tidak mengalami asfiksia. Kondisi ibu dan bayi pasca tindakan dalam keadaan stabil tanpa komplikasi. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care dan rujukan kolaboratif pada kasus KPD efektif meningkatkan keselamatan ibu dan bayi serta mencegah komplikasi maternal maupun neonatal.