Endah Sulistiyowati
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Endorphin Massage dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif: Studi Kasus Endah Sulistiyowati; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labor pain is a physiological response that may cause physical and psychological discomfort and can interfere with the labor process. One of the non-pharmacological interventions to reduce labor pain is endorphin massage. This study aimed to determine the effect of endorphin massage on reducing labor pain in Mrs. S G3P2A0 during the latent phase of the first stage of labor. This study used a case study design with a continuity of midwifery care approach. Data were collected through interviews, observation, and pain assessment using the Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. The intervention of endorphin massage was applied during the first stage of labor. The results showed a decrease in pain intensity from moderate–severe pain (score 4–5) to mild pain (score 1–3) after the intervention. These findings indicate that endorphin massage is effective in reducing labor pain and improving maternal comfort. In conclusion, endorphin massage can be used as a complementary therapy in midwifery care to help reduce labor pain non-pharmacologically.   Abstrak Nyeri persalinan merupakan respons fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan psikologis pada ibu bersalin serta dapat mengganggu proses persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri persalinan adalah endorphin massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan endorphin massage terhadap penurunan nyeri persalinan pada Ny. S G3P2A0 kala I fase laten. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran skala nyeri menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Intervensi berupa endorphin massage dilakukan selama kala I persalinan. Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari rentang 4–5 (nyeri sedang–berat) menjadi 1–3 (nyeri ringan) setelah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa endorphin massage efektif dalam menurunkan nyeri persalinan dan meningkatkan kenyamanan ibu. Kesimpulan, endorphin massage dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan kebidanan untuk membantu mengurangi nyeri persalinan secara nonfarmakologis.