Yolanda Sutanto
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tatalaksana Ketuban Pecah Dini dengan Riwayat Sectio Caesarea dan Abortus Yolanda Sutanto; Ida Sofiyanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premature Rupture of Membranes (PROM) is one of the obstetric emergencies that may increase maternal and neonatal morbidity and mortality, particularly in mothers with risk factors such as a history of Cesarean section and abortion. This case study aimed to describe the management of PROM in a 29-year-old G3P1A1 woman with a history of Cesarean section nine years earlier and complete abortion one year earlier at Puskesmas Pembantu Tanjung Agung. This study employed a descriptive design with a case study approach through the implementation of Continuity of Care (CoC) midwifery care covering pregnancy, labor, postpartum, and newborn care. Data were collected through interviews, physical examinations, observations, and continuous documentation of care. The results showed that at 39 weeks and 3 days of gestation, PROM occurred without adequate uterine contractions, requiring referral and Cesarean section based on medical indications and maternal risk factors. Prompt and comprehensive management, including maternal and fetal monitoring, medical collaboration, and psychological support, resulted in favorable maternal and neonatal outcomes. The baby was delivered by Cesarean section in good condition with APGAR scores of 9/9/10, birth weight of 3030 grams, and without signs of asphyxia or congenital abnormalities. In conclusion, the implementation of appropriate Continuity of Care midwifery management in PROM cases with a history of Cesarean section and abortion can prevent serious complications and improve maternal and neonatal outcomes. Early risk detection, prompt emergency management, and strengthening continuity of midwifery care services are essential to optimize maternal and child health outcomes.   Abstrak Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu kegawatdaruratan obstetri yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi, terutama pada ibu dengan faktor risiko seperti riwayat Sectio Caesarea (SC) dan abortus. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan tatalaksana KPD pada ibu G3P1A1 usia 29 tahun dengan riwayat SC sembilan tahun yang lalu dan abortus komplet satu tahun yang lalu di Puskesmas Pembantu Tanjung Agung. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care pada kasus Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan riwayat section caesarea dan abortus komplet. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, serta dokumentasi asuhan secara berkesinambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia kehamilan 39 minggu 3 hari terjadi KPD tanpa his adekuat sehingga dilakukan rujukan dan tindakan Sectio Caesarea berdasarkan indikasi medis dan faktor risiko ibu. Penatalaksanaan yang cepat dan komprehensif, meliputi pemantauan kondisi ibu dan janin, kolaborasi medis, serta dukungan psikologis, memberikan luaran yang baik bagi ibu dan bayi. Bayi lahir melalui tindakan SC dalam keadaan sehat dengan nilai APGAR 9/9/10, berat lahir 3030 gram, tanpa tanda asfiksia maupun kelainan kongenital. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care pada kasus Ketuban Pecah Dini dengan riwayat Sectio Caesarea dan Abortus Complete dapat di lakukan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan,persalinan , nifas , bayi baru lahir hingga KB sehingga mampu mendukung deteksi dini komplikasi dan mencegah komplikasi serius serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini faktor risiko, penanganan kegawatdaruratan yang cepat, dan penguatan layanan kebidanan berkelanjutan untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan anak.