Efforts to reduce Maternal Mortality Rates (MMR) and Infant Mortality Rates (IMR) are a national priority and a global target in the Sustainable Development Goals (SDGs), according to the 2025 Intercensal Population Survey (SUSPAS). MMR and IMR show a downward trend over time. MMR continues to decline to 144 and IMR also continues to decline to 14.12. Although recent data shows a decline in maternal and infant mortality in Indonesia, these figures are still far from the 2030 SDGs target. The role of midwives is very important in efforts to reduce maternal and child mortality through care. Continuity of Care (CoC), namely providing continuous care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning services. The method used in comprehensive care is by examining a problem through a case (case study). The care provided to Mrs. A was carried out during pregnancy for 3 visits in the third trimester with a focus on Chronic Energy Deficiency (CED) problems based on the results of the arm circumference examination <23.5 and BMI in the malnutrition category of 17.9 (<18.5). The delivery was carried out spontaneously vaginally birth. Postpartum monitoring was conducted four times during the pregnancy and three times during the neonatal period, in accordance with maternal and infant care standards. Family planning care provided was a progestin-only injection method. The outcomes of this care were in accordance with midwifery care standards. The midwife's role in this care is expected to be continuity of care can improve the quality of maternal and neonatal services and help achieve optimal maternal and infant health. Abstrak Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan prioritas nasional dan target global pada Sustainable Development Goals (SDGs). Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUSPAS) 2025 AKI dan AKB menunjukkan tren menurun dari waktu ke waktu. AKI terus menurun mencapai 144 dan AKB juga terus menurun mencapai 14,12. Meskipun data terakhir menunjukkan penurunan kematian ibu dan kematian bayi di Indonesia, angka tersebut masih jauh dari target SDGs tahun 2030. Peran bidan sangat penting dalam upaya menurunkan AKI dan AKB melalui asuhan Continuity of Care (CoC), yaitu pemberian asuhan secara terus-menerus mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus (case study). Asuhan yang diberikan pada Ny. A dilakukan selama kehamilan sebanyak 3 kali kunjungan pada trimester III dengan berfokus pada masalah Kurang Energi Kronik (KEK) berdasarkan hasil pemeriksaan LILA <23,5 dan IMT kategori gizi kurang yaitu 17,9 (<18,5). Persalinan dilakukan secara spontan pervaginam. Pemantauan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali kunjungan dan neonatus 3 kali kunjungan sesuai dengan standar pelayanan ibu dan bayi. Asuhan KB yang diberikan adalah metode kontrasepsi suntikan progestin. Hasil asuhan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan. Diharapkan peran bidan dalam asuhan continuity of care dapat meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal serta membantu mewujudkan kesehatan ibu dan bayi yang optimal.