Nuri Yastri Nuri
Universitas Abulyatama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESIAPSIAGAAN TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS PULAU BANYAK DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR ROB DI KECAMATAN PULAU BANYAK KABUPATEN ACEH SINGKIL Nuri Yastri Nuri
Jurnal Serambi Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 4: Oktober 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Serambi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut telah meningkatkan risiko terjadinya banjir rob di wilayah pesisir, termasuk Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Wilayah ini pernah mengalami banjir rob besar pada tahun 2005 setelah tsunami yang menggenangi Desa Pulau Baguk, Desa Pulau Balai, dan Desa Teluk Nibung. Hingga saat ini, banjir rob masih terjadi secara berulang sehingga kesiapsiagaan tenaga kesehatan menjadi aspek penting dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapsiagaan tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Banyak dalam penanggulangan bencana banjir rob, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengetahui strategi yang telah dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian berjumlah delapan orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas satu dokter, tiga perawat, dua bidan, satu petugas rekam medis, dan satu petugas promosi kesehatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan memiliki kesiapsiagaan yang cukup baik, ditunjukkan oleh tingginya rasa tanggung jawab, kesiapan memberikan pelayanan di luar jam kerja, serta kemampuan melakukan pelayanan kesehatan dan evakuasi melalui Tim Gerak Cepat (TGC). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapsiagaan tenaga kesehatan Puskesmas Pulau Banyak dalam penanggulangan bencana banjir rob telah berjalan dengan cukup baik, namun belum optimal. Penguatan kesiapsiagaan perlu dilakukan melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan simulasi kebencanaan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan sistem peringatan dini yang terintegrasi.