UMKM Bilbil Food and Drink merupakan usaha di bidang kuliner yang memproduksi mie ayamdan bakso. Dalam praktiknya, dalam menghitungan harga pokok produksi (HPP) yang dilakukanoleh UMKM belum tentu memperhitungkan seluruh unsur biaya produksi secara lengkap. Beberapakomponen biaya, seperti biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tetap dan variabel,penyusutan peralatan, biaya listrik, dan biaya bahan bakar belum diklasifikasikan dan dialokasikansesuai konsep akuntansi biaya, sehingga HPP yang dihitung belum menunjukkan besarnya biayaproduksi secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan metode full costing dalammenentukan harga pokok produksi pada UMKM Bilbil Food and Drink agar perhitungan HPP dapatmencakup seluruh biaya produksi secara lebih tepat.. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptifkuantitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara,dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi, mengelompokkan,serta mengalokasikan seluruh biaya produksi berdasarkan metode full costing. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa metode full costing menghasilkan perhitungan harga pokok produksi yanglebih lengkap karena memasukkan seluruh unsur biaya produksi, sehingga dapat menjadi dasar yanglebih tepat dalam penentuan harga jual, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan usaha.Penerapan metode ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam meningkatkan ketepatanperhitungan biaya produksi dan mendukung keberlanjutan usaha.