Desa Waung menghadapi permasalahan yang serius berupa tingginya volume sampah dan minimnya fasilitas pengelolaan. Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan persoalan kesehatan lingkungan yang semakin kompleks dengan keterbatasan sistem pengumpulan dan pengelolaan sampah. Salah satu kebiasaan yang masih dilakukan warga yaitu dengan pembakaran sampah terbuka yang berpotensi menghasilkan polutan udara, yang berdampak buruk bagi kesehatan warga serta kualitas udara di lingkungan. Kondisi lingkungan yang tidak nyaman juga dapat menjadi stresor psikososial yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi pembakaran minim asap serta implikasinya terhadap efektivitasnya dalam mengurangi volume sampah serta emisi polutan , dampak kesehatan lingkungan dan kesehatan mental masyarakat di Desa Waung. Data dikumpulkan melalui observasi secara langsung di Lapangan Desa Waung dan melalui wawancara kepada beberapa tokoh masyarakat. Pengukuran kesehatan mental dilakukan menggunakan instrumen terstandar Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pembakaran sampah minim asap berhasil dibangun dengan rekonstruksi sederhana dan mendapatkan sambutan sangat positif dari warga. Uji coba membuktikan alat ini efektif dalam mengurangi volume sampah dan dalam mengendalikan intensitas asap secara visual meskipun pengukuran emisi polutan secara kuantitatif belum dilakukan. Dapat disimpulkan bahwa fasilitas tersebut merupakan solusi alternatif yang efektif untuk menangani sampah residu di Desa Waung.