Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biosaka pada berbagai konsentrasi, perbedaan varietas, serta interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra pada Agustus–November 2025 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu konsentrasi biosaka dan varietas bawang merah. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, bobot umbi segar per tanaman, bobot umbi kering per tanaman, bobot umbi segar per plot, dan bobot umbi kering per plot. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biosaka berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 60 hari setelah tanam (HST), bobot umbi segar per plot, dan bobot umbi kering per plot, serta berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST dan jumlah umbi per tanaman. Konsentrasi biosaka 3,0 ml L⁻¹ dalam air memberikan respons pertumbuhan dan hasil terbaik. Perbedaan varietas memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST, jumlah daun pada umur 30, 45, dan 60 HST, serta jumlah umbi per tanaman, dengan varietas Bima Brebes menunjukkan performa terbaik. Interaksi antara konsentrasi biosaka dan varietas tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Penerapan biosaka dengan konsentrasi 3,0 ml L⁻¹ air dan penggunaan varietas Bima Brebes direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.