Abstrak Perubahan pola epidemiologi menunjukkan bahwa hipertensi saat ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai ditemukan pada kelompok usia dewasa. Kejadian hipertensi pada usia ini sering tidak terdeteksi karena rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan, persepsi bahwa hipertensi merupakan penyakit usia tua, serta adanya paparan faktor risiko gaya hidup sejak usia muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor gaya hidup (merokok, konsumsi alkohol, diet, dan aktivitas fisik) dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa di Puskesmas Ngetos Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien penyakit tidak menular pada rentang usia 15-64 tahun yang datang ke Puskesmas Ngetos Kabupaten Nganjuk dengan rerata kunjungan 180 perbulan. Berdasarkan perhitungan besar sampel menurut Lemeslow diperoleh sebanyak 125 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Analisa data dengan uji korelasi spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok (p value=0,000<α=0,05; r=0,565), pengaturan diet (p value=0,000<α=0,05; r=0,518), dan aktivitas fisik (p value=0,004<α=0,05; r=0,257). Sedangkan untuk vaiabel pengaturan diet tidak didapatkan hubungan yang signifikan dengan hipertensi pada usia dewasa di Puskesmas Ngetos Kabupaten Nganjuk (value=0,613<α=0,05). Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin meskipun belum mengalami keluhan, karena hipertensi sering berkembang tanpa gejala (silent killer), mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok karena terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi, menerapkan pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, makanan cepat saji, makanan tinggi lemak jenuh, serta meningkatkan konsumsi buah dan sayur, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur sesuai rekomendasi WHO, yaitu melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu, dan mempertahankan perilaku tidak mengonsumsi alkohol atau menghindari konsumsi alkohol berlebihan sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular.. Kata kunci : merokok; alkohol; diet; aktivitas_fisik; hipertensi; usia dewasa