Nuriani Nuriani
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Montessori Berbasis Project-Based Learning untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Berisiko Autisme Nuriani Nuriani; Edi Purwanta; La Robi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5187

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan dasar penting bagi kemandirian  dan  kesiapan belajar anak usia dini, namun anak yang berisiko mengalami hambatan autisme kerap menghadapi kesulitan koordinasi, pemrosesan sensoris, perhatian  dan  regulasi diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses  dan  hasil penerapan metode Montessori berbasis Project-Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kemampuan motorik halus tiga anak berisiko hambatan autisme. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis  dan  McTaggart dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur terhadap 15 indikator pada lima dimensi motorik halus, tes perbuatan, catatan lapangan, dokumentasi  dan  diskusi kelompok terfokus dengan guru kolaborator. Tindakan memadukan material sensoris-konkret Montessori, proyek yang bermakna, jadwal visual, pojok tenang, penguatan visual  dan  akomodasi individual sesuai profil sensoris anak. Data dianalisis secara deskriptif melalui persentase ketercapaian kategori Berkembang Sesuai Harapan/Berkembang Sangat Baik serta analisis tematik antarsiklus. Rata-rata ketercapaian meningkat dari 0% pada pra-tindakan menjadi 46,67% pada Siklus I  dan  82,22% pada Siklus II. Pada akhir tindakan, Subjek A mencapai 80%, Subjek B 80%  dan  Subjek C 86,67%; seluruhnya melampaui kriteria keberhasilan 75%. Perubahan kualitatif tampak pada meningkatnya toleransi terhadap material, ketepatan manipulasi objek, durasi keterlibatan, kemandirian  dan  partisipasi sosial. Temuan menunjukkan bahwa integrasi Montessori-PjBL yang responsif sensoris berpotensi menjadi strategi praktis bagi guru dalam kelas PAUD inklusif, meskipun generalisasi dibatasi oleh jumlah subjek yang kecil  dan  belum a dan ya diagnosis klinis formal.