Momi Mastori
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Kosakata Anak Lambat Berbicara melalui Media Gambar Berbasis Kontekstual Momi Mastori; Edi Purwanta
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 3 Agustus (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.5189

Abstract

Keterbatasan kosakata pada anak yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara dapat menghambat respons verbal, partisipasi dalam pembelajaran, dan penggunaan bahasa secara fungsional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penerapan media gambar berbasis kontekstual yang dipadukan dengan scaffolding responsif serta menganalisis peningkatan kemampuan kosakata pada dua subjek yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara. Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian adalah dua anak kelompok A berusia 4-5 tahun yang menunjukkan karakteristik keterlambatan berbicara berdasarkan hasil pengamatan dan asesmen awal di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, tes kosakata lisan individual, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase capaian dan Normalized Gain (N-Gain). Tindakan mengintegrasikan media gambar yang dekat dengan pengalaman anak, apersepsi berbasis realitas, permainan tunjuk-sebut dan tebak gambar, serta scaffolding berupa modeling, parallel talk, expansion, wait time, dan penguatan positif. Hasil menunjukkan bahwa capaian SA meningkat dari 19,2% pada pra-siklus menjadi 50,8% pada Siklus I dan 81,7% pada Siklus II, sedangkan AB meningkat dari 23,1% menjadi 60,0% dan 89,2%. Hasil perhitungan N-Gain menunjukkan nilai 0,78 pada SA dan 0,86 pada AB, yang keduanya berada pada kategori tinggi. Perbaikan tindakan pada Siklus II melalui pengurangan beban kosakata, penguatan konteks pengalaman keluarga, waktu tunggu yang lebih panjang, expansion yang lebih konsisten, dan interaksi berpasangan diikuti perkembangan kemampuan dari pemahaman reseptif menuju produksi kata, frasa, dan kalimat sederhana. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kosakata setelah penerapan rangkaian tindakan, tetapi peningkatan tersebut tidak dapat diatribusikan secara khusus kepada media gambar karena tindakan melibatkan beberapa komponen intervensi secara terpadu. Keterbatasan jumlah subjek, tidak adanya kelompok kontrol, durasi tindakan yang singkat, dan belum adanya pengukuran generalisasi ke lingkungan rumah perlu dipertimbangkan dalam menafsirkan temuan penelitian.