Wahyu Mahendra Trias Atmadja
Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Seismik Gedung Sekolah Beton Bertulang Kategori Risiko IV dengan Analisis Pushover Metode FEMA 440 Wahyu Mahendra Trias Atmadja; Abdul Sendi
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i4.899

Abstract

Tingginya aktivitas seismik di Indonesia menuntut bangunan pendidikan yang tergolong Kategori Risiko IV dievaluasi terhadap beban gempa secara realistis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja seismik gedung beton bertulang empat lantai SMA Negeri 14 Samarinda yang didesain sebagai Sistem Rangka Pemulik Momen Khusus (fc' = 25 MPa, kelas situs SD). Metode yang digunakan adalah analisis statik nonlinier (pushover) dua arah dengan ETABS v.20 mengacu SNI 1726:2019, penentuan titik kinerja melalui prosedur Linearisasi Ekuivalen FEMA 440, dan klasifikasi level kinerja berdasarkan batas simpangan ATC-40. Hasil menunjukkan gaya geser dasar respons spektrum (1102,02 kN pada kedua arah) melampaui nilai statik ekuivalen sehingga memenuhi syarat 100%. Pada arah X, titik kinerja mencapai gaya geser 9449,86 kN pada perpindahan atap 40,022 mm, periode efektif 0,989 detik, dan redaman efektif 15,82%; arah Y menghasilkan parameter sebanding (gaya geser 9988,23 kN, periode efektif 1,050 detik, redaman efektif 17,61%). Rasio simpangan total arah X sebesar 0,003 menempatkan struktur pada level Immediate Occupancy (IO), dan arah Y menunjukkan level kinerja yang sama. Distribusi sendi plastis menegaskan mekanisme strong column–weak beam dengan sendi dominan pada balok dan seluruhnya dalam kondisi IO. Temuan ini mengindikasikan bangunan tetap aman dan layak fungsi pada gempa rencana, serta memberikan acuan regional bagi evaluasi berbasis kinerja fasilitas pendidikan di Kalimantan Timur.