Fathur Rohman Robandi
Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Pembangunan Hotel X Lulu Hayatunnisa; Fathur Rohman Robandi
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.905

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat penting dan harus diperhatikan dalam setiap proyek pembangunan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Ada dua tujuan utama dalam penelitian ini. Pertama, untuk menjelaskan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kedua, untuk menilai sejauh mana para pekerja mematuhi protokol keselamatan kerja dalam Proyek Pembangunan Hotel X. Ketiga, untuk mengetahui indikator K3 yang memiliki hasil pencapaian tertinggi dan terendah pada Proyek Pembangunan Hotel X. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel 40 pekerja yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara umum masih relatif rendah, terutama dalam hal kebijakan, sosialisasi, pelatihan, pengawasan, dan penyediaan fasilitas keselamatan. Namun, kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan lebih bervariasi, dengan beberapa aspek, seperti pemeriksaan area kerja dan pelaporan bahaya, menunjukkan tingkat kepatuhan sedang hingga tinggi. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan implementasi manajemen K3 melalui pelatihan, sosialisasi, penyediaan APD yang lengkap dan sesuai, serta pengawasan dan penegakan sanksi yang konsisten, guna meningkatkan keselamatan pekerja dan efisiensi proyek.
Evaluation of the Structural Performance of the Tunas Building at Gunung Jati University Using the Forensic Audit Method and Non-Destructive Testing (NDT) Romi Romi; Fathur Rohman Robandi
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.946

Abstract

Educational buildings must maintain structural reliability throughout their service life, particularly as usage intensity and functional demands increase over time. The Tunas Building of the Faculty of Engineering, Universitas Gunung Jati, requires an objective, field-based structural evaluation rather than an assessment based solely on original design assumptions. This study aimed to evaluate the structural performance of reinforced concrete columns through an integrated forensic audit approach using non-destructive testing (NDT) and numerical structural analysis. A quantitative evaluative approach was applied to 36 columns selected through purposive sampling. Visual inspections were conducted to identify surface defects, followed by Schmidt Rebound Hammer testing (ASTM C805) to estimate concrete compressive strength and Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) testing (ASTM C597) to assess internal concrete quality. The relationship between the two NDT methods was analyzed using Pearson correlation, while structural capacity was evaluated through ETABS modeling based on SNI 2847:2019, SNI 1727:2020, and SNI 1726:2019. The results showed minor hairline cracks and localized honeycombing in a limited number of columns. Rebound Hammer testing produced an average estimated compressive strength of 37.2 MPa, ranging from 32–40 MPa, which met the minimum requirements for structural concrete. UPV testing classified 97.22% of measurement points as “Good” and 2.78% as “Very Poor.” Pearson correlation analysis indicated a significant positive relationship between the two testing methods (r = 0.489; p = 0.002). ETABS Design Check results showed that 35 of 36 columns (97.22%) met the required strength criteria, while one column (2.78%) did not satisfy the requirements. Overall, the existing structure remained structurally adequate for service, although the failed column required further investigation and potential strengthening measures