Siti Aulia Sari
Universitas PGRI Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESAIN DIDAKTIS MATERI NILAI TEMPAT BILANGAN UNTUK SISWA KELAS II SD Siti Aulia Sari; Nyiayu Fahriza Fuadiah; Adrianus Dedy
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 4 (2026): Vol. 6 No. 4 September - November 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i4.5560

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya learning obstacle yang dialami siswa kelas II SD pada materi nilai tempat bilangan sehingga diperlukan desain didaktis yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi learning obstacle, merancang desain didaktis, dan mendeskripsikan implementasinya pada pembelajaran nilai tempat bilangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Didactical Design Research (DDR). Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas II SD Negeri 6 Talang Ubi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, tes diagnostik, tes prasyarat, dan tes identifikasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning obstacle yang dialami siswa meliputi kesulitan mengenali angka penyusun bilangan, menentukan nilai tempat, menentukan banyak puluhan dan satuan, serta membaca dan menulis lambang bilangan. Berdasarkan hasil tersebut disusun Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan desain didaktis hipotetik dengan memanfaatkan media konkret, kartu angka, tabel nilai tempat, Smart Board, LKPD, dan diskusi kelompok. Implementasi desain didaktis berhasil menurunkan learning obstacle pada seluruh indikator. Penurunan terbesar terjadi pada indikator menentukan nilai tempat puluhan, dari 30,78% menjadi 7,69% (turun 23,09%). Dengan demikian, desain didaktis yang dikembangkan efektif membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran.
DESAIN DIDAKTIS MATERI NILAI TEMPAT BILANGAN UNTUK SISWA KELAS II SD Siti Aulia Sari; Nyiayu Fahriza Fuadiah; Adrianus Dedy
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 4 (2026): Vol. 6 No. 4 September - November 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i4.5569

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya learning obstacle yang dialami siswa kelas II SD pada materi nilai tempat bilangan sehingga diperlukan desain didaktis yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi learning obstacle, merancang desain didaktis, dan mendeskripsikan implementasinya pada pembelajaran nilai tempat bilangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Didactical Design Research (DDR). Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas II SD Negeri 6 Talang Ubi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, tes diagnostik, tes prasyarat, dan tes identifikasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning obstacle yang dialami siswa meliputi kesulitan mengenali angka penyusun bilangan, menentukan nilai tempat, menentukan banyak puluhan dan satuan, serta membaca dan menulis lambang bilangan. Berdasarkan hasil tersebut disusun Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan desain didaktis hipotetik dengan memanfaatkan media konkret, kartu angka, tabel nilai tempat, Smart Board, LKPD, dan diskusi kelompok. Implementasi desain didaktis berhasil menurunkan learning obstacle pada seluruh indikator. Penurunan terbesar terjadi pada indikator menentukan nilai tempat puluhan, dari 30,78% menjadi 7,69% (turun 23,09%). Dengan demikian, desain didaktis yang dikembangkan efektif membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran.