Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam menginternalisasi nilai karakter religius serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari Kepala Sekolah, Guru Kelas IV, Guru Pendidikan Agama Islam, wali murid, dan peserta didik (reguler dan berkebutuhan khusus), sedangkan sumber data sekunder berupa dokumen sekolah, buku, dan jurnal terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program 7 kebiasaan anak indonesia hebat diimplementasikan melalui pembiasaan rutin harian dan mingguan yang terintegrasi dalam kegiatan sekolah. Proses internalisasi nilai karakter religius berlangsung melalui tiga tahapan: transformasi nilai (pengenalan konsep), transaksi nilai (interaksi dua arah melalui keteladanan guru), dan trans-internalisasi (nilai menyatu dalam kepribadian siswa). Ketujuh kebiasaan tersebut diterapkan secara konkret dan saling mendukung dalam penanaman nilai religius, tercermin dari kebiasaan siswa mengucapkan salam, berdoa, melaksanakan ibadah, serta bersikap toleran dan hidup rukun. Faktor pendukung utama meliputi komitmen dan keteladanan guru, dukungan aktif orang tua, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Faktor penghambatnya adalah kurangnya pengawasan orang tua, perbedaan latar belakang keluarga, kecanduan gawai, dan keterbatasan anggaran sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat efektif dalam menginternalisasikan nilai karakter religius melalui pembiasaan terstruktur dan keteladanan, serta memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk optimalisasi hasilnya.